"Jadi itu yang jadi istri Kak Adam." "Adam berkorban buat dia." "gak cantik-cantik juga." Cewek yang berjalan di tengah koridor dengan segala pasang mata menatapnya dengan penuh selidik,jijik bahkan tertawa nista padanya membuat Ia sedikit risih. Telinganya mulai panas dengan desas-desus yang sengaja mereka keraskan agar cewek dengan rambut tergurai bebas itu tersindir. Ia masuk kelasnya dengan wajah keangkuhan yang sengaja Ia pasang untuk memperlihatkan jika Ia tak peduli apa yang mereka bicarakan tentangnya, sekalipun itu hanya topeng semata. bukankah Ia kembali seperti dulu? Tak peduli dengan sekitarnya tak peduli dengan apa yang orang lain bicarakan. Tapi tidak dengan hatinya, hatinya benar-benar sepi ketika harus kehilangan sosok yang berharga di hatinya. Sudah beberapa minggu A

