21. NADIA OKTAFIANI

1453 Words

Canggung satu kata yang hanya berlaku untuk Adam setelah insiden pelukan pertama dengan Dea, Adam bahkan masih menganggap hal itu adalah sebuah mimpi pasalnya Dea bersikap biasa padanya seperti tak ada yang terjadi. Adam terus memandangi Dea yang sibuk menata makanan di atas meja makan dengan rambut yang Ia ikat asal, cewek itu menyadari sebenarnya sorot mata Adam yang terus mengikuti gerakannya namun Ia membiarkan. Dea mengambilkan nasi untuk suaminya seperti biasa dan juga menuangkan air putih untuknya pula, Adam tanpa berkedip menatap lekat Dea dengan mata elangnya yang begitu menusuk. "Minta di garpu itu mata!" Gertak Dea sekali hentakan begitu sejak tadi Ia mendiamkan Adam berharap jika cowok itu akan berhenti menatapnya.  "Buset dah, galak bener sih lo." Gerutu Adam yang hampir t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD