Pagi ini acaranya adalah jalan-jalan di sekitar villa, tepatnya di kebun teh membantu para buruh pemetik teh. Aroma segar daun teh yang baru saja di petik terkadang singgah di indra penciuman kala angin pagi berhembus menusuk kulit tanpa permisi. Air di aliran samping kebun teh begitu jernih, bahkan bisa langsung untuk di minum. Sejernih air kemasan pada umumnya untuk kesegaran jelas air dari gununglah pemenangnya. Dea bahkan justru asik merendamkan kakinya di perairan itu, menikmati kesegaran yang merambat di tubuh yang di balut sweater tebal miliknya. Sejak pagi tadi Adam dan Dea sengaja menjauh agar tak membuat sang pemilik villa curiga jika ada hubungan antara keduanya, pasalnya semuanya juga membantu menutupinya termasuk Bimbi yang menyimpan sejuta harapan pada Dea dan juga Vira dan

