26. GENGSI

1422 Words

Dea menyibakkan tirai gorden memberikan kesempatan sang fajar untuk menembus celah-celah jendela yang berada di ruangan yang tak terlalu kecil itu. Membuat seseorang yang masih terlelap menutupi wajahnya dengan lengan kekarnya, tubuhnya yang tak bisa bergerak bebas hanya bisa bergeser sedikit. Adam dan Dea untuk kedua kalinya tidur terpisah, Adam lebih tepatnya yang memilih tidur terpisah sebab pertengkaran kemarin siang sepulang dari perkebunan teh. Namun sikap Dea yang terlalu bodoh membuat Adam benar-benar geram. Dea menatap sendu sosok Adam yang tampaknya kembali terlelap, merasa puas memandangi wajah sang suami dari pantulan cermin Dea bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Adam sebenarnya sudah tak bisa tidur sejak sang fajar mulai menampakkan dirinya, tubuhnya ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD