Sekarang aku berada di depan gedung apartemen Racka. Aku menekan lantai tiga puluh di mana hunian lelaki itu berada. Ternyata Racka masih menempati apartemen yang sama. Mengapa dia tidak membeli rumah saja karena sudah ada anak dalam pernikahan mereka? Aku melupakan sesuatu hal, lelaki yang akan aku temui ini suami orang. Istrinya mungkin akan salah faham kepadaku karena sudah membawa anaknya semalaman bersama denganku. Tapi, aku tidak merencanakan semuanya. Varo tiba-tiba datang menghampiriku dan menempel seperti perangko tidak ingin lepas dari diriku. Tidak mungkin aku melukai perasaan anak kecil yang terus saja menyerukan nama bunda sebagai panggilannya kepadaku. Akhirnya kami sampai di depan pintu apartemen milik Racka. Aku menekan tombol bel, menunggu pemilik apartemen membukakanny

