Matthew berhenti sejenak, nafasnya saling memburu. Keringatnya mengalir di seluruh wajah, membasahi wajah tegasnya. Matthew berdiri di atas sebuah batu, mata tajamnya menatap ke arah depan. Sebuah bangunan besar yang terlihat sangat normal tepat berada di depan Matthew saat ini. Namun Matthew tahu betul bahwa dibalik gedung yang terlihat normal itu, adalah tempat dimana para iblis itu bersembunyi. Lokasinya sangat jauh dari lokasi kerumunan, Matthew sampai menghabiskan sebagian besar dari manna-nya, untuk tiba tepat waktu. “Aku tahu kalian ada di sana, kenapa tidak keluar?” Begitu Matthew merasakan aura familier itu, dia lekas berbalik dan memperhatikan ke arah pepohonan. Butuh beberapa menit, hingga sosok itu keluar dari sana. Sesuai dengan dugaan Matthew sebelumnya, itu adalah Madonna

