72

1050 Words

Astrid semakin panik saat Matthew sama-sekali tidak mendengarkan perkataannya. Lelaki itu semakin berusaha keras untuk melepas rantai yang mengingat tangannya. Air mata Astrid sudah mengalir sejak tadi. Tubuhnya terjatuh dalam dekapan Matthew. Tatapan Astrid tertuju pada rahang Matthew yang mengeras. Tangan kakunya menggenggam erat jubah yang menutupi tubuh tanpa busananya. Matthew membawanya turun perlahan, membaringkan badannya yang penuh dengan luka di atas tanah. “Maaf!” bisik Matthew pelan, menahan air matanya agar tidak keluar, “aku terlalu lama untuk menyelamatkanmu!” “Dia menjebak kita, Matt. Lihatlah…” tangan Astrid menunjuk ke arah depan, lebih tepatnya pada sosok yang tengah duduk di singgasananya dengan sangat bangga, “ini yang aku takutkan, aku tidak ingin kau terluka!” “A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD