Aku tak sudi melihat wajah Dion lagi. Setiap kali dia datang ke rumah aku selalu menghindarinya. Dia sangat kurang ajar sekali! Beraninya dia merampas ciumanku hingga aku merasa sedikit ternoda dan merasa bersalah pada Ardoku. Benci sekali pada Dion, kuharap aku tak pernah melihatnya selamanya. Tapi mengapa ia sering sekali datang ke rumahku? Dan hari ini aku tak bisa mengelak. Dad memanggilku, karena aku tahu disana ada Dion aku tak mau datang memenuhi panggilan Dad dengan beralasan tak enak badan. Tapi Dad mengutus Sheila untuk memaksaku datang ke ruang keluarga. “Kakak tak nampak sakit, ini masalah penting. Kakak harus datang kesana.” Sialan, mengapa adik tiriku ini kelihatan puas? Pasti yang akan dibicarakan mereka adalah sesuatu yang

