114. PERGINYA SEMESTA DAN SIAPNYA RENCANA GUSTI

1991 Words

Koper sudah terisi penuh dengan pakaian dan tas sudah berisikan barang-barang bawaan penting lainnya. Semesta yang sudah yakin untuk meninggalkan Keluarga Azkara, kini siap untuk pergi. Ia menarik nafasnya panjang dan kemudian mulai mengaktifkan mata sihirnya. Semesta memutuskan untuk pergi ke dunia ciptaannya dan kini, ia sedang berusaha melihat ke sana agar bisa membuka akses jalan masuknya. "Baiklah, aku siap." Setelah melihat lokasi yang ingin ia datangi, Semesta lantas segera membuka portal teleportasinya. Tapi tiba-tiba saja .... "Argh!" Kepalanya terasa sakit dan penglihatannya jadi sedikit kabur. Sepertinya Semesta masih membutuhkan istirahat yang lebih banyak. Efek dari menduplikat dimensi ruang sebanyak beberapa kali dan memforsir kekuatan waktu secara berulang-ulang, membua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD