115. BERSEMBUNYI

1963 Words

Bima menekan kata sandi untuk pintu apartemennya dan setelah sandinya benar pintu apartemen pun terbuka. "Silakan masuk," ucap Bima. Ia yang menenteng plastik belanjaan lebih banyak, mempersilahkan Semesta untuk masuk duluan. "Terima kasih," kata Semesta. Semesta pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen Bima. Bima yang mengekor di belakang Semesta menutup pintu dengan sedikit kesulitan karena belanjaan di kedua tangannya benar-benar membuatnya sangat kerepotan. Kini keduanya telah berada di ruang tamu. Semesta yang baru kali itu mengunjungi apartemen Bima, merasa kagum dengan kondisi tempat tinggal teman barunya itu. Selain karena apartemennya yang besar dan mewah, tempat tinggal Bima tampak sangat bersih dan rapi untuk ukuran seorang remaja laki-laki. "Duduklah dulu," kata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD