Setelah aku sudah menidurkan kedua putriku di kamar mereka, aku langsung membaringkan tubuhku di atas sofa sembari menunggu kepulangannya Mas Cris dari kantornya. Mas Cris memang selama ini selalu saja pulang larut malam setiap hari. Terkadang aku juga merasa kesal jika melihatnya selalu pulang selarut ini.
Kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul 21:00 malam. Suasana malam terlihat semakin sunyi malam ini. kubaringkan tubuhku dengan posisi ternyamanku sembari kedua mataku melihat kearah atas pada dinding rumahku yang menjadi membuatku teringat lagi dengan kenangan manisku bersama roy di masa lalu. Sentuhan tangannya yang nikmat itu, selalu saja bisa membuat tubuhku langsung terkulai lemas tak berdaya di buatnya. Hembusan nafasnya masih tercium wangi di hidungku sampai saat ini.
Malam ini rasanya aku menjadi sangat merindukanya dan ingin bertemu dengannya untuk mengulangi fantasi seks liarku bersamanya seperti dulu lagi. Aku masih terus mengingat Kedua tanganya yang sangat lincah, yang sering memainkan dengan asik bibir bawahku yang memancing gairah hasrat pada tubuhku. Bibir manisnya yang sang liar mulai menghisap kedua gunung kembarku yang sudah menonjol keluar kemerahan. Dengan lahapnya dia menghisapnya dengan sangat kuat, sampai tubuhku menggelenjang dan bergetar keenakan.
Kuingat tatap kedua matanya yang penuh cinta, yang memancing gairah hasratku yang menjadi semakin bertambah. Hendusan nafasnya yang mulai membuat tubuhku menjadi terkulai dan terlena saat sedang bersamanya. Masih kuingat rudalnya yang sangat kekar yang sangat lihai memberontak menusuk lubang kemaluanku. Masih kuingat siksaan rudalnya yang terus menyiksa tubuhku dengan sangat nikmat sampai aku mendesah kencang di telingahnya. Dengan lumatan bibir manisnya itu, akhirnya desahan kencang dibibirku itu, akhirnya mulai terbungkam dengan lumatan nikmat yang dilakukanya dengan liar.
Astaga aku menjadi sangat merindukanya malam ini juga, setelah aku mengingat kenangan fantasi seks liarku bersamanya.
Roy memang sangat lihai untuk bisa membuatku merasa puas selama aku berkencan denganya di masa lalu. Aku sangat menyukai fantasi seks bercintanya yang sangat unik dan brutal itu, yang selalu membuatku merasa kecanduan sampai saat ini. Dan saat aku menikah dengan mas cris, rasa nikmatku bersama roy itu tidak pernah kudapatkan di dalam dirinya mas cris.
Roy adalah lelaki yang dulu selalu aku dambakan untuk menjadi pendamping hidupku dulu. Dia sosok lelaki yang sangat romantis dan selalu membuatku merasa nyaman ketika sedang bersamanya. Namun ternyata takdir tidak berpihak kepada keinginan kami, dan sekarang aku harus tersadar bahwa lelaki pendamping di hidupku adalah mas cris, bukanya roy.
Ting... tong... Suara bel di rumahku.
Suara keras bel di rumahku menjadi menyadarkanku oleh lamunan indahku bersama roy sejak tadi. Ku lihat dari celah jendela sepertinya mas cris sudah pulang dan sedang berdiri di depan pintu rumahku saat ini. Aku langsung segera membukakan pintu untuknya.
Aku jadi ingin bercinta malam ini dengan mas cris, gara-gara aku habis memikirkan fantasi seks kiarku bersama roy barusan.
Sepertinya malam ini aku akan mencoba untuk memancing fantasi gairahnya mas cris, setelah beberapa bulan ini kami sudah tidak melakukan hubungan seks lagi, karena keadaanku yang sedang hamil besar dan juga habis melahirkan putriku michelle dua bulan kemarin.
Rasanya aku sudah tidak bisa lagi untuk menahan gairah batinku yang sudah lama tidak terluapkan oleh mas cris selama aku mengandung.
Ceklek, suara pintu terbuka.
'' Hay sayang, maaf ya aku pulangnya kemalaman. Soalnya di kantor tadi lagi ada banyak kerjaan sayang.'' Ucap Mas Cris yang langsung melepaskan sepatu kerjanya.
'' Iya Mas, tidak apa-apa. Yasudah habis ini kamu mandi dan aku akan menyiapkan baju ganti untukmu malam ini mas.'' Jawabku sambil membantunya untuk membawakan tas kerjanya.
'' Makasih sayang, bagaimana dengan anak-anak hari ini. Apakah dia merepotkanmu seharian ini'' Tanya Mas Cris sambil mencium keningku.
'' Tidak mas, mereka sangat baik hari ini. Hanya michelle saja yang sedikit rewel hari ini, sepertinya dia sedang sedikit panas tadi tubuhnya. Tapi sekarang suhu di tubuhnya sudah mulai normal.'' Ucapku sambil berjalan ke kamar bersama mas Cris.
''Syukurlah sayang, kalau begitu aku mau mandi dulu ya.'' Ucap Mas Cris sambil mengambil handuk di tanganku.
'' Iya mas, aku akan menyiapkan bajumu sekarang.'' Ucapku sambil mengambilkan baju ganti untuk mas Cris.
Setelah mas Cris masuk kedalam kamar mandi, aku langsung segera mengganti pakaianku yang terlihat sedikit seksi untuk merayakan hari jadi pernikahan kami. Dulu aku pernah memakai baju seksi ini, saat aku sedang merayakan hari jadianku bersama roy, mantanku. Sekarang aku ingin memakai baju ini lagi, agar aku bisa mengingatnya dan aku bisa merasakan fantasi seks liarku malam ini bersamanya roy. Walaupun pada kenyataanya aku akan melakukan fantasi seks liarku bersama mas cris setelah nanti kami sudah merayakan hari jadi pernikahan kami.
Aku lalu segera turun ke lantai bawah untuk menyiapkan kue yang tadi siang sudah aku buat untuknya. Aku lalu menyiapkan sebuah lilin di sekitar meja makanku, dengan hiasan sedikit bunga di sekelilingnya untuk menambah suasana romantis di malam hari pernikahanku bersama mas cris malam ini.
Seharusnya yang menyiapkan kejutan semua ini adalah mas cris. Tapi karena dia orangnya cuek dan sangat sibuk dengan pekerjaanya, sehingga apa salahnya jika aku saja yang melakukanya untuknya malam ini.
Dua puluh menit kemudian, aku mulai mendengar suaranya mas cris yang sepertinya dia sudah selesai mandi. Aku langsung segera menghampirinya dan akan menyuruhnya untuk turun kelantai bawah untuk melihat kejutan yang sudah aku siapkan untuknya malam ini.
Ceklek, suara pintu terbuka.
Kulihat mas cris yang sedang memakai baju yang telah aku siapkan malam ini untuknya. Mas cris merasa terkejut karena melihat penampilanku malam ini yang terlihat seperti orang yang sedang ingin berkencan denganya. Aku juga telah menyiapkan bajunya malam ini dengan warna yang senada dengan baju yang sedang aku pakai saat ini.
'' Mas, apakah kamu sudah selesai ganti bajunya.'' Tanyaku yang sedang berdiri di depan pintu kamarku.
Mas cris tersenyum menatap penampilanku malam ini yang terlihat berbeda dari yang dia lihat selama ini. Mas Cris terus menatapku keheranan dengan pakaian seksi yang sedang aku pakai untuk merayakan hari jadi pernikahnku bersamanya.
'' Sayang, kamu mau kemana. Mengapa kamu memakai baju seseksi ini.'' Tanya mas cris, yang selalu melupakan tanggal pernikahn kami setiap tahunya.
'' Sudah kuduga, pasti kamu akan lupa dengan malam ini mas.'' Ucapku sambil mendekatinya.
'' Emangnya ada acara apa dengan malam ini sayang. Dan mengapa kamu juga menyiapkan baju ini untukku. Memangnya malam ini sedang ada party di rumah ini!..'' Tanya mas Cris sambil menatapku penuh canggung.
'' Mas, kamu itu kebangetan ya selama ini. Kamu itu selalu saja lupa dengan tanggal pernikahan kita selama ini, huuuft.'' Ucapku sedikit kesal.
Aku sedang mencoba menahan rasa kesalku kepada mas cris, yang telah melupakan hari jadi pernikahan kami malam ini. Tapi aku sedang bersusaha untuk tidak akan merubah mood baikku malam ini, karena aku tidak ingin kejutanku untuknya akan menjadi sia-sia nantinya.
'' Mas, malam ini kan adalah malam tanggal pernikahan kita.'' Ucapku tersenyum tipis menatapnya.
'' Astaga maafkan aku ya sayang, aku terlalu sibuk tadi dikantor sampai aku menjadi melupakannya. Happy anivarsary ya istriku tercinta, dan ibu terbaik untuk kedua putriku yang selalu aku cintai, emmuachh.'' Ucap Mas Cris yang langsung mencium bibirku dengan penuh kelembutan.
Aku mulai terangsang dengan kecupannya mas cris barusan di bibirku ini. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin melakukan hubungan seks dengannya malam ini. Namun mas Cris malah langsung melepaskan ciuman mesra itu kepadaku seketika.
'' Kalau begitu sekarang kita akan merayakan hari jadi pernikahan kita sayang. Aku tahu pasti kamu sudah menyiapkan kue istimewa untukku bukan.'' Ucap Mas Cris sambil mengalihkan rangasanganku saat ini.
Seketika aku membalanya dengan senyuman tipis sambil melupakan rangsanganku barusan.
'' Iya mas, aku sudah menyiapkan perayaan itu di bawah. Tapi kita jangan berisik ya mas, biar anak-anak tidak terganggu tidurnya.'' Ucapku sambil berjalan keluar bersama mas cris dari kamarku.
Setelah itu kami berdua langsung memulai perayaan hari jadi kami dengan kejutan yang sederhana yang sudah aku siapkan sejak tadi siang. Mas cris juga terlihat begitu senang dengan kejutan sederhana yang aku berikan untuknya.
'' Makasih ya sayang, kamu sudah menyiapkan kejutan indah ini untukku. Bagaimana kalau besok malam kita pergi makan malam berdua, untuk merayakan hari jadi pernikahan kita dengan mewah di restaurant yang kamu mau.'' Ucap Mas Cris sambil memelukku dengan mesra.
'' Iya mas aku mau. Tapi kamu janji ya tidak menggagalkan lagi makan malamnya seperti biasanya.'' Ucapku meyakinkan mas cris agar tidak membatalkan lagi janjinya seperti yang sudah-sudah.
'' Iya sayang, itu tidak akan terjadi pada malam besok. Kamu besok siang bilang ya sama mbak Siti untuk datang kerumah, biar ada yang jaga anak-anak di sini. Jadi kita bisa menikmati suasana makan malam yang romantis dengan tenang, tanpa memikirkan apakah michelle anak kita sudah kamu beri air asi lagi, oke sayang.'' Ucap Mas Cris kepadaku.
'' Iya mas.'' Ucapku sambil membereskan meja makan itu yang sudah berantakan akibat perayaan sederhana tadi.
Setelah itu Mas Cris langsung pergi ke kamar duluan. Sedangkan aku sedang membereskan ruang meja makan, sebelum aku akan menyusul mas cris ke kamarku.
Dan setelah aku sudah membereskan ruang meja makan yang tadi berantakan, aku langsung menyusul mas cris danberniat ingin mengajaknya untuk bercinta seperti yang aku mau tadi. Tapi setelah aku masuk kedalam kamar, kulihat mas Cris yang sudah terlelap tidur saat ini. Rasanya aku jadi tidak tega untuk membangunkanya, walaupun padahal malam iniaku sedang ingin mengajaknya untuk berfantasi liar bersamaku. Mas cris memang selalu saja seperti itu, tidak pernah mengerti apa yang sedang aku mau seperti yang sedang aku inginkan malam ini. Namun sepertinya malam ini aku harus menahan lagi gairah hasratku yang sudah menggebu-gebu kepadanya malam ini.
Selanjutnya...