Setelah mas david sudah pergi ke kantornya, seperti biasa aku langsung segera membereskan pekerjaan rumah ini yang sudah seperti kapal pecah rasanya. Tapi kak venty masih saja duduk di sofa ruang tv dan masih belum berangkat bekerja pagi ini.
'' Kenapa kakak masih belum berangkat bekerja jam segini?.'' Tanyaku dengan sopan.
'' Kamu ngusir aku apa gimana amanda!. Cerewet banget jadi adik ipar.'' Sahutnya.
Degh...
'' Sabar amanda!. Biar saja sekarang kamu di perlakukan tidak baik oleh mereka, sebentar lagi kamu akan menyesal kak venty.'' Bathinku.
'' Manda!.
'' Iya ibu.'' Sahutku yang langsung menoleh ke arah ibu mertuaku.
'' Buruan beresin meja makan itu, berantakan banget pusing kepalaku.
Aku baru saja menghantarkan mas david ke depan pintu rumah jadi aku masih belum sempat untuk membereskan piring-piring kotor yang ada di atas meja. Kak venty memang bisanya cuma numpang makan doang di rumah ini. Mana mau dia habis makan langsung mencuci piring di dapur. Dasar manja.
'' Iya ibu ini aku baru aja mau beresin.'' Sahutku.
Kak venty melirik ke arahku dan langsung tertawa lepas karena aku selalu di perlakukan seperti pembantu oleh ibu mertuaku sendiri selama ini. Aku langsung segera berjalan kearah ruang meja makan dan ingin segera membereskanya.
Tarrrrrr.....
Baru saja aku berjalan lima langkah menuju ke arah ruang meja makan, sudah ku dengar suara piring atau gelas yang pecah saat ini.Sudah kuduga pasti kedua anaknya kak venty lah yang barusan telah memecahkanya.
'' Rehan, Reyno kalian diam di situ ya jangan bergerak. Tante mau bersihin lantainya dulu, biar kamu tidak akan terkena pecahan dari gelas itu sayang.'' Mereka pun langsung diam tak bergerak sedikitpun.
'' Iya tante.'' Sahut mereka berdua.
Aku langsung segera membereskan pecahan gelas itu agar mereka tidak terkena pecahanya. Setiap mereka datang ke rumah ini memang selalu saja ada yang di pecahkan oleh mereka. Tidak lama lagi rumah ini pasti sebentar lagi akan lebih berantakan lagi daripada ini, bikin tambah pusing saja mereka terkadang. Tapi aku juga tidak tega untuk menegurnya apalagi mereka juga masih anak-anak. Kak venty juga galaknya kaya macan tutul kalau sama aku, jadi panjang nanti urusanya nanti jika aku berani untuk menegur anaknya. Diam mungkin lebih baik baginya daripada aku berbicara yang ada hanyalah percuma saja.
'' Ibu bilang tadi juga apa amanda. Buruan di beresin itu meja makanya, jadi pecah lagi gelas ibu di rumah ini. Sudah tau kalau mereka sedang ada di sini pasti rumahku selalu saja ada yang mereka pecahkan. Makanya kamu bersih-bersihnya juga jangan lelet dong amanda. Si venty ini juga bisanya menitipkan anaknya terus di sini. Jadi hancur nanti rumahku ini lama-lama.'' Ucap ibu mertuaku yang ternyata juga ikut merasa kesal dengan sikap cucunya yang glatakan tanganya.
Aku rasa kak venty sudah pergi dari rumah ini. Makanya ibunya berani berkata yang seperti itu. Giliran ada kak venty saja mana berani ibu mertuaku akan memarahi kak venty, apalagi menyalahkan anaknya. Yasudahlah memang begitu sifat ibu mertuaku dari dulu, dan tidak akan pernah bisa berubah.
Di siang ini aku ingin mencoba untuk menghubungi mas Doni, orang kepercayaanya adiknya papaku di kantornya. Aku ingin menanyakan tentang keberadaan mas david siang ini sedang berada di mana. Mas david bilang tadi dia sedang ada meeting di luar kantor. Dan aku harap perkataanya mas david yang tadi pagi itu adalah benar.
Semua pekerjaan rumah ini sudah selesai, dan aku ingin segera menghubungi mas doni di dalam kamar saja. Biar pembicaraanku bersama mas doni tidak bisa di dengarkan oleh ibu mertuaku yang sedang sibuk memainkan ponselnya di ruang tv.
Tring...Tring...Tring...
Untung saja dengan cepat mas doni langsung mengangkat telponku.
'' Hallo Amanda, ada apa?.'' Tanya mas doni.
'' Iya mas hallo. Maaf sudah mengganggu waktu mas doni sebentar.
'' Iya tidak apa-apa amanda. Memangnya ada apa!.
Aku tau mas doni adalah orang yang bisa di percaya, dan aku langsung bertanya mengenai mas david selama berada di kantor itu.
'' Apa hari ini suamiku sedang ada meeting di luar, mas doni?.'' Aku berharap mas doni bisa berkata jujur kepadaku.
'' Iya amanda. Hari ini david memang sedang ada meeting dengan pak josep di luar kantor. Tapi dia pergi bersama dengan stella, staff karyawan yang baru di kantor ini.'' Baru saja aku mau bernapas lega dan sekarang pikiranku langsung kembali mencurigai mas david lagi.
'' Staff baru mas?.
Rasa curigaku kepada mas david menjadi semakin bertambah besar saat ini. Aku yakin mas david pasti akan memanfaatkan waktunya di luar kantor untuk bisa berkencan juga dengan stella. Lihat saja kamu mas, jika sampai kamu berani menyakitiku yang lebih dalam. Aku tidak akan segan untuk menelpon adik papaku untuk segera memecat kalian secepatnya dari kantornya.
'' Iya staff baru amanda. Namanya stella, dia karyawan baru di sini. David juga yang telah mengajaknya untuk bekerja di kantor ini.
'' Benarkah?. Kok mas david tidak pernah cerita mengenai hal itu ya mas sama aku.''
'' Mungkin dia lupa kali amanda.
Perasaan dulu mas david selalu cerita jika ada masalah apapun mengenai pekerjaanya. Lalu mengapa mas david sekarang tidak cerita mengenai soal staff baru itu.
'' Nama staff barunya stella ya mas tadi.'' Ucapku memastikan, karena aku takut salah dengar tadi.
'' Iya namanya stella. Dia baru bergabung dua bulan yang lalu bekerja di kantor ini amanda.
'' Apa mas doni memiliki fotonya staff yang bernama stella itu?.'' Tanyaku.
Aku hanya ingin memastikan saja apakah wajahnya stella sama dengan wajah pelakor yang ada di ponselnya mas david semalam.
'' Untuk apa memangnya amanda?." Tanya mas Doni yang sepertinya menjadi penasaran. Tapi aku tidak ingin dia tahu dulu soal perselingkuhanya mas David bersama Stella, sebelum aku sudah memiliki bukti yang kongkrit yang akan aku kantongi.
'' Aku hanya ingin tau saja mas, tolong kirimkan segera ya mas kalau mas Doni memiliki fotonya. Tolong mas doni juga jangan beritahu siapapun soal ini, termasuk kepada mas david juga. Cukup kita berdua saja yang tau hal ini, oke mas.'' Pintaku.
Biar bagaimanapun mas david masih menjadi suamiku. Jadi aku masih tetap berusaha untuk menjaga aibnya kepada siapapun saat ini.
'' Akan aku kirimkan setelah ini amanda.
'' Iya mas. Terimakasih kalau begitu gitu mas doni.
'' Iya sama-sama amanda.
Tuttt.... Aku langsung mematikan percakapanku dengan mas doni.
Saat ini aku sedang menunggu mas doni yang akan mengirimkan foto dari wanita yang bernama stella yang sedang aku curigai. Semoga saja stella bukanlah wanita pelakor itu. Jika benar wanita pelakor itu adalah stella, berarti selama dua bulan ini mas david telah mengkhianati cintaku.
Ting..... Pesan masuk dari mas doni.
Tanganku seakan terasa bergetar saat ingin membuka pesan foto yang telah di kirimkan oleh mas doni barusan. Aku langsung menarik napas panjang dan mencoba untuk menguatkan hatiku untuk melihat wajah dari wanita itu. Setelah aku melihat foto itu, dan ternyata memang benar kalau wanita yang bernama stella itu adalah wanita pelakor rumah tanggaku.
'' b******k kamu mas david. Berani-beraninya kamu membawa selingkuhan kamu untuk bisa bekerja di kantornya adiknya papaku. Aku tidak akan tinggal diam dengan pengkhianatanmu kepadaku mas. Aku tahu selama dua bulan ini kamu pasti sudah sering tidur juga bersama dengan pelakor itu. Cuih, rasanya aku jadi jijik sekali mas sama kamu. Apalagi satu bulan yang lalu kamu telah menyentuh tubuhku dengan tubuhmu yang sudah ternodai oleh wanita lain, bodohnya diriku selama ini. Aku tak sudi lagi untuk bersentuhan denganmu rasanya mas.'' Bathinku memberontak tak terima dengan kenyataan pahit ini.
Ternyata kontak nomor ponsel yang kamu beri nama custumer service itu adalah stella mas. Licik sekali kamu membohongiku mas. Ingin sekalu aku menampar wajah mereka berdua saat ini. Berani-beraninya mereka bekerja sambil berkencan di belakangku dasar biadab kalian.
Aku menjadi ingin menghubungi mas david siang ini juga. Aku rasa meeetingnya bersama dengan pak josep sudah selesai siang ini. Aku hanya ingin tahu saja kalau saat ini mas David sedang berada di mana.
Tring...Tring...Tring...
Lama sekali mas david untuk mengangkat telpon dariku. Entah apa yang sedang dia perbuat siang ini bersama wanita jalang itu.
Karena aku meneleponnya tidak di angkat, aku memilih untuk segera bergegas turun ke lantai bawah untuk melihat kondisi keadaan rumah ini. Aku rasa mereka sudah membuat berantakan lagi rumah ini. Sepertinya aku sudah tidak mendengar lagi suara teriakanya Rehan dan juga Reyno di lantai bawah. Apakah dia sudah di antar pulang oleh ibu, atau dia sedang beristirahat di kamar tamu.
Baru saja aku turun menaiki anak tangga, rumah sudah berantakan lagi, massyallah. Ada banyak bekas makanan snack mereka yang jatuh berceceran di bawah lantai. Kulihat lagi ada bekas minuman jus berwarna merah yang tumpah juga di bawah lantai di dekat ruang tamu. Kalau begini kan aku juga yang jadi repot.
'' Amanda!.
Tiba-tiba saja ibu mertuaku memanggilku dari arah belakang.
'' Iya bu.
'' Rehan sama reyno baru saja pulang di jemput sama papanya. Tolong kamu segera bereskan lantai rumah ini ya, takut ada semut.
'' Baru saja aku ingin membersihkanya bu.'' Aku bergumam kesal di dalam hati.
'' Yasudah baguslah kalau begitu. Ibu mau kerumahnya bu rita sebentar, dia tadi datang kesini mengundang ibu untuk datang kerumahnya. Selesai kamu membersihkan rumah ini, kamu jangan lupa masak ya
Soalnya tadi david telpon dia mau pulang cepat katanya hari ini.
Tadi aku menelpon mas david tidak di angkatnya. Tapi telpon dari ibu malah di angkatnya. Di mana sebenarnya mas david berada sekarang. Kesal sekali aku di buatnya hari ini.
Aku langsung segera membereskan keadaan rumah ini yang sudah berantakan sekali sampai dua kali lipat berantakannya dari yang sudah aku bereskan tadi. Dan setelah aku sudah aku akan segera memasak di dapur untuk makan malam.
'' Iya bu.
Di sore harinya...
Sebelum mas david akan kembali pulang kerumahnya, aku ingin segera membuatkan makan malam untuknya,aku mencoba untuk menghubungi mas doni kembali untuk menanyakan apakah mas david sudah pulang dari kantornya. Aku merasa bahwa sepertinya mas david sedang berkencan lagi dengan stella sore ini.
Tring...Tring...