61. You can count on me

2064 Words

"Ada kejadian yang bisa saja dianggap angin lalu. Tetapi, ini mungkin tidak ditinggalkan begitu saja dan akan selalu melekat di kepala." ---- Setelah beberapa obrolan dengan Aly, Tania kembali teringat kejadian tersebut. Ia sontak terdiam di tengah obrolan serunya. Hal itu tentu saja membuat Aly mengernyit heran. Apa yang sebenarnya terjadi pada Tania? "Tan?" Aly mengguncang pelan bahu Tania. "E-eh. Iya, Bang." Tania terlihat cukup terkejut dibuatnya. "Lo kenapa?" "Nggak kenapa-napa, kok." "Lo nggak pernah pinter bohongin gue. Ada yang mau lo ceritain?" Tania membuang napasnya kasar. Dalam hati, ia merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya memikirkan semua itu sampai termenung. "Cerita aja. Gue tau lo pasti nggak tenang deh nyembunyiin ini sendirian." "Lo cenayang, ya?" "Lo kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD