“Kita tidak bisa menghindar atau meminta takdir berpihak. Semua sudah ditetapkan sesuai alurnya. Cukup jalani dan syukuri. Karena sekeras apapun usaha yang kita lakukan, tetaplah takdir yang menentukan.” ---- Tinggal satu jam lagi keberangkatannya menuju Singapura. Saat ini, Tania sudah berada di bandara bersama orangtua dan sahabat-sahabatnya. Tinggal satu orang lagi yang sedang gadis itu tunggu. Sesekali, ia melirik ke arah pintu masuk, siapa tahu lelaki itu datang. “Lo nunggu Davin?” tanya Vanya yang menyadari gerak-gerik kegelisahan sahabatnya. Tania membalasnya dengan senyum tipis dari bibir pucatnya. “Nanti juga dateng kok. Lo udah hubungin dia?” “Nggak, Va. Gak usah deh.” Tolak Tania yang sebenarnya ia sangat ingin melihat lelaki yang dicintainya itu untuk terakhir kalinya, at

