29. The reason of my life

1233 Words

“Kau adalah kaki, tangan, udara dan segala sesuatu yang menjadi alasan bagiku untuk tetap bertahan.” ---- Tania kembali ke rumahnya setelah mendapat izin untuk dirawat di rumah sebelum berangkat ke Singapura. Kini, gadis itu tengah memperhatikan sekeliling kamarnya. Ruangan yang belum lama ia tempati namun akan sangat dirindukannya. “Apa gue bisa balik lagi ke sini nanti? Apa gue bisa ingat lagi semuanya?” Tania menyeka air matanya cepat saat kedua sahabatnya datang dengan hebohnya. “Halo-halo, Bandung!” Vanya dan Rieke datang dengan ceria. Tepatnya hanya pura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka ingin melihat sahabatnya bahagia saat ini, mereka membuat suasana seceria mungkin. “Hai kalian,” sapa Tania. “Duh princess kenapa nangis sih? Everyhing will be alright! Jangan taku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD