49. Pain but fine

2031 Words

"Lebih baik mendengar kata 'tidak' daripada harus dikecewakan oleh ekspektasi, sebab 'ya' yang terlanjur dipercaya." ---- Tania sampai di depan rumahnya tanpa memberi kabar sama sekali kepada orang tuanya. Dan malangnya, ia harus melihat pagar rumahnya tertutup rapat yang menandakan tidak orang di sana. Ia juga tak menemukan sekuriti yang berjaga. Padahal, tubuhnya sudah sangat lelah dan ingin beristirahat. Gadis itu membuang napasnya berat. Kalau kali ini, ia tidak bisa menyalahkan siapapun. Karena, ia sendiri yang memilih untuk tidak mengabari orang tuanya. Kini, Tania malah duduk begitu saja di depan gerbang rumahnya sambil memeluk kopernya. "Udah dua tahun nggak pulang, sekalinya pulang malah gini. Hadeh!" keluh Tania sambil menyeka keringatnya. Memang, rumahnya kini sepi setelah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD