47. Never changed

1513 Words

"Waktu tak pernah sedetik pun berhenti. Dan di setiap detik itu, banyak kejadian yang berubah. Tetapi, tidak dengan perasaan kita." ---- Tania dengan hari-harinya yang lebih berwarna karena hubungannya dengan Davin yang mulai membaik itu tidak pernah melepas senyum di bibirnya. Tidak ada beban yang mengganggu pikirannya dan kini ia bisa lebih fokus belajar. Ujian sudah di depan mata. Ucapan semangat yang didapatnya setiap hari dari Davin pun semakin membuatnya termotivasi untuk mendapat nilai yang bagus di semester ini. Mika, sebagai orang yang hampir setiap hari bersama Tania dalam kurun waktu lebih kurang dua tahun terakhir ini tentu saja heran. Kalau biasanya Tania selalu saja termenung tanpa alasan, kini gadis itu lebih sering tersenyum dan menunjukkan wajah cerahnya. Bukan Mika tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD