“Aku benci ketidakpastian, rahasia-rahasia dan semua hal yang membingungkan. Karena aku bukanlah orang yang suka menerka.” ---- “Taniaaa...” teriak Vanya dari balik layar ponsel Tania. Mereka tengah melakukan video call. “Di mana-mana teriak ya, Va?” “Ih gue kangen lo tau.” Vanya mengerucutkan bibirnya. “Lebay lo! Kayak gak ketemu gue seabad aja. Eh tapi iya deng, gue kan ngangenin.” Tania menyombongkan diri. “Nyesel gue!” Vanya menggelengkan kepalanya. “Eh tapi lo gak ke napa-napa kan? Muka lo pucet gitu.” “Nggak. Gue cuma kurang enak badan aja dan harus istirahat.” Tania tersenyum. “Lagi kosong ya?” tanya Tania. “Dosennya baru keluar. Satu jadwal lagi nanti,” jawab Vanya mengedarkan layar ponselnya ke seluruh kelas agar Tania bisa melihatnya. “Kangen kampus,” gumam Tania. “Duil

