Beberapa menit berikutnya, mereka berlima keluar. Tina dan Alex lebih dulu ke meja mereka menyisakan 3 orang di depan ruang kerja Ansel. Poni melirik Rissa. Wanita itu berdiri dengan cemberut ketika menatap Poni. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak mau mengatakannya. Alhasil, Rissa hanya berdecak pelan lalu pergi begitu saja. Poni tersenyum tipis. Nah lebih baik begitu. Rissa dengan wajah seperti itu yang Poni kenal. Bukan wajah yang ingin menangis seperti tadi. Apa hasil setelah membuat Ansel pusing? Mereka semua hanya di suruh keluar dan kembali bekerja seperti biasa. Tidak ada pemecatan atau kata-kata tajam dari Ansel. Karena pintu Ansel belum ditutup, Poni dan Sera bisa mendengar suara Ansel dari dalam. “Poni, masuk ke dalam.” Poni melirik Sera. Dan wanita itu menatapny

