Kemal membuka pintu mobil di sampingnya dan membantu Radiva keluar dari sana. Gadis yang masih memakai jaketnya itu menerima uluran tangan Kemal dan keluar dengan perlahan. Membuat beberapa anak yang memang sedang menunggu Radiva menatap keduanya dengan kening mengernyit. Tak terkecuali Mocin, Viza dan juga Uya yang berada di barisan paling depan. “Gua ambil obatnya dulu,” ujar Kemal seraya merangkak kecil memasuki mobilnya guna mengambil obat yang berada di dasboard. “Gua gak bu—“ “Kalau gitu kita pulang,” potong Kemal yang langsung dijawab dengan decakan dan delikan kesal dari Radiva. Dengan malas Radiva ambil plastik yang Kemal sodorkan dan berjalan dengan perlahan. Tentu saja dengan bantuan Kemal. Lelaki bebal yang entah kenapa masih ada di sampingnya. Mocin yang melihat tatapan ti

