Part 12

2168 Words

Baru saja Nadira ingin beringsut untuk duduk, tapi ia justru tidak bisa bergerak sama sekali. Karena pergerakannya terhambat oleh dua tangan kekar yang masih memeluknya begitu erat. "Kak Marcel …" gumam Nadira saat mengadahkan kepalanya. Tampaklah Marcel yang masih terlelap dalam tidurnya. Pria itu tampak begitu tampan saat tidur seperti sekarang. Sehingga Nadira tidak bisa menahan tangannya untuk menyentuh hidup yang tinggi menjulang tersebut. "Oh, astaga …" Baru saja Nadira ingin mengangkat tangannya. Ia dikejutkan dengan bagaimana keadaanya dan Marcel saat ini. Sama-sama polos dan tidak ada pembatas diantara kulit mereka berdua. Pantas saja sedari tadi ia bisa merasakan secara langsung hangatnya tubuh Marcel. "Kenapa, sayang? Ada apa?" Marcel yang tersentak dari tidurnya karen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD