"Jangan katakan kamu baik-baik saja, jika matamu bengkak seperti ini." Mengusap mata Nadira yang membengkak, dengan jari jempol tangannya. Tanpa diberitahu, Marcel sudah tahu ada yang tidak beres dengan istrinya itu selama ditinggal ke tempat Sabrina. Mata yang tiba-tiba saja bengkak saat sang pemilik bangun tidur, tentu saja ada tangis yang tidak berhenti beberapa malam ini. Namun, tetap saja Nadira membantah dan menggelengkan kepalanya. "Tiba-tiba saja aku rindu papa dan mama." Nadira menarik kedua sudut bibirnya. Memaksakan sebuah senyuman, agar Marcel tak lagi membahas tentang kepergiannya ke tempat Sabrina. Sungguh. Ia sedang berusaha menganggap itu tidak pernah terjadi. "Kalau hanya mama, aku percaya sebanyak seratus persen. Tapi, kalau papa, aku tidak yakin," sela Marcel. Me

