Suasana ruangan yang semula riuh karena begitu banyak mata yang mengagumi sosok calon suami Windy, kini berubah tenang dan hening. Baik Windy mau pun Irfan masih belum mau saling tatap. Mereka sama-sama jengah. Penghulu mulai memberikan kajian singkat, semua yang hadir dengan khidmat mendengarkan apa yang disampaikan oleh penghulu tersebut. Netra windy sampai berkaca-kaca mendengarkan wejangan pernikahan yang diberikan penghulu. Dalam hatinya, Windy berharap ini adalah pernikahan terakhir untuknya. Ia sudah lelah menyandang status janda yang selalu membuat orang memandangnya sebelah mata. Ia lelah hidup dalam bayang-bayang kekejian Putra. Wanita itu berharap, ia akan bahagia dengan Irfan hingga akhir hayatnya. Kini, kakak tertua Windy kembali menjadi wali nikah untuk adik bungsunya itu

