Irfan membawa Ita dan Kenzo ke sebuah pusat perbelanjaan. Kenzo begitu senang. Ia meminta sebuah ponsel pada ayahnya dan Irfan setuju untuk membelikan gaway itu untuk Kenzo. Ita berkali-kali berusaha mendekati Irfan, namun selalu saja gagal. Pria itu selalu menghindar tatkala mantan istrinya berusaha mendekat ke arahnya. Irfan bukanlah pria bodoh yang begitu gampang terpedaya oleh Ita yang sudah berusaha ia pertahankan, namun gagal. Irfan membawa putranya ke sebuah toko handphone dan membiarkan Kenzo memilih sendiri gaway yang ia inginkan. Sebuah gaway seharga dua juta seratus ribu rupiah menjadi pilihan Kenzo, Irfan menyanggupi. Remaja itu begitu bahagia, ia merangkul ayah kandungnya itu berkali-kali. “Papa, makasih banget udah beliin HP ini untuk aku. Aku sudah lama sekali mengingin

