“Papa ....” Kenzo segera Mendekati ayahnya sesaat setelah remaja itu masuk ke dalam ruangan Irfan. “Kenzo ... Kenzo, Sayang ....” Irfan segera bangkit dari kursinya dan segera merangkul remaja yang hampir tiga belas tahun itu. “Papa apa kabar? Kenapa papa tidak pernah mengabari aku? Kenapa papa juga tidak pernah menghubungi aku? Apa benar papa sudah punya keluarga baru sehingga papa melupakan dan membuang aku?” Entah hasutan apa yang dilontarkan Ita pada putranya sehingga Kenzo bisa mencerca ayahnya dengan pertanyaan yang menyeramkan seperti itu. “Apa yang Kenzo katakan, Nak? Siapa yang sudah melupakan Kenzo? Selama ini papa selalu mencari dan berusaha menemui Kenzo, tapi—.” Belum selesai Irfan berbicara, Ita seketika memotong pembicaraannya, “Kenzo sayang ... sekarang Kenzo sudah ket

