Keinginan Yang Sulit

1704 Words

Langit sore menampilkan awan hitam, hampir tak ada celah cahaya untuk masuk. Waktu menunjukkan pukul lima, Rizal tidak sabar pulang untuk berbuka puasa bersama Cheril. Dia menumpuk berkas dan menaruhnya di pojok kanan, lalu memasukkan laptop di tas hitam serta beberapa berkas yang akan dikerjakan di rumah. "Mau ke mana?" tanya Yuno. "Pulang, ini kan sudah habis jam kerja." "Kamu nggak mau lembur?" "Nggak, terima kasih." Rizal berjalan keluar dari ruangan, tidak menghiraukan panggilan Yuno yang berteriak. Baginya pekerjaan bisa dilakukan nanti, sekarang yang terpenting adalah berbuka puasa bersama putri kecilnya. Lift penuh, dia harus menunggu beberapa menit dan mengantri bersama karyawan lain untuk turun ke bawah. Sesampainya di lobby ternyata Rizal sudah ditunggu Marsha. Gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD