34. Tugas Negara

2518 Words

Kasihan sih aslinya lihat si om suami bersiap sendiri dan aku sebagai istrinya malah masih di tempat tidur. Jadi aku turun juga dari ranjang lalu membantunya pakai dasi. “Masih ngambek ya Yang?” tanyanya setelah aku mengambil alih kegiatannya memasang dasi. “Masih dan akan terus lanjut ngambek kalo kamu nanti pulang lagi dan bukan bereskan kerjaanmu” jawabku. Dia menghela nafas dulu sebelum akhirnya memeluk pinggangku seperti menahanku beranjak setelah aku selesai memakaikan dasinya. “Iya, aku gak akan pulang lagi sebelum kerjaanku selesai” jawabnya. Aku mengangguk saja. “Senyum dong. Supaya aku tenang juga tinggal kamu di rumah” pintanya. Ya akhirnya aku tersenyum menurutinya. “Cium aku dong” rengeknya kemudian. Bisa banget memanfaatkan kesempatan. Tapi ya aku cium juga akhirnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD