“Abby…ayo bangun…Makan dulu, sudah siang sekali” suara si om suami juga yang akhirnya membangunkanku dari tidurku. Akhirnya di ajak makan juga, dan dia sendiri sudah rapi mandi dan ganti baju. Aku tidak tau sih jam berapa dia bangun. Aku mulai merasa lapar, sampai aku keluar kamar dulu untuk makan siang yang hampir kesoreaan, dan mengabaikan mandiku. “Aku ke kandang kuda ya setelah kamu selesai makan. Aku kangen juga pada kuda kudaku” pamitnya saat menemaniku makan siang yang hampir kesoreaan seperti yang aku bilang. Aku mengangguk saja. “Kamu bisa tidur lagi atau melakukan apa pun terserah kamu selama aku di kandang kuda” katanya lagi. Memang aku tidak punya keinginan untuk melakukan apa pun karena memang merasa cape menemaninya di kamar terus dari kemarin dia pulang ke rumah, lalu

