“Kita ke hotel pak. Trus nanti minta kamar untuk Imas” perintahku pada pak supir setelah berpisah dengan si om suami. “Siap bu” jawab pak supir. Imas ya diam saja karena pasti tau kalo kami memang akan bermalam di Jakarta. Tapi ya tetap dia yang membereskan barang belanjaan ku setelah kami masuk kamar. Aku mah nyonya, jelas langsung mandi trus tiduran sampai si om suami pulang aja aku tidak tau. Tau tau dia sudah ganggu aku tidur dengan ciumannya. “ Makan yuk Yang, aku kelaparan” ajaknya begitu aku membuka mata dan menanggapi ciumannya di bibirku. Seperti biasa sudah mandi juga dan ganti baju, walaupun buat kami telat sekali makan malam di jam 10 malam. Dan aku menunggu moment yang tepat untuk mulai membicarakan soal sekretarisnya yang aku tidak suka. “Masih cape ya??. Kamu diam saja?

