[ 28 ] Perang dan Cinta, Part 2

1410 Words

Indri terduduk di atas kursi kayu. Ia terdiam, hatinya hancur mengingat Arjuna yang pergi meninggalkannya. Bahkan laki-laki itu pergi tanpa menengok sekalipun, meski dirinya berteriak demi menjelaskan semuanya. Laki-laki itu bahkan geming tak menghiraukan jeritan gadis yang memanggil namanya.  Buliran air mata membasahi pipinya, jika Arjuna saja tak lagi menginginkannya. Lalu bagaimana orang lain? “Indri,” panggil Zaki. Gadis itu menatap wajah Zaki. Ia tak dapat menghentikan tangisnya. Laki-laki itu memeluknya. Indri tak tahu harus berbuat apa, ia hanya dapat menumpahkan tangisnya di d**a pria yang beberapa hari ini dikhawatirkannya. “Sudahlah, Ndri. Lebih baik sekarang kita pergi dari sini.” “Ke mana?” tanya Indri di sela tangisnya. “Pulang, ke rumah. Kamu rindu keluarga dan teman-te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD