Hari,-hari berikutnya, kedua sejoli berbeda dunia itu pun tak terpisahkan. Siang dijalani seperti memakan kurma dan madu, semakin manis dan menyenangkan. Malam dinikmati dengan penuh cinta, saling membuai dalam kasih sayang. Jika saja tahu pernikahan begini indahnya, Indri hampir tak lagi memiliki keinginan untuk kembali ke rumah. Setiap hari mereka berjalan keliling negeri yang memiliki pemandangan luar biasa, Indri bahkan tak pernah tahu ada begitu banyak tempat indah tak terjamah tangan manusia yang telah mereka kunjungi. Setiap tempat ditandai oleh keduanya sebagai tempat kenangan. Malam telah luruh ketika Indri dan Arjuna kembali ke pondok guna beristirahat. Sesampainya di sana mereka disambut seekor burung jalak. Jalak tersebut menatap Arjuna penuh arti. Pandangan laki-laki itu me

