Eps 1. Me
Sekar Ayu...itulah nama pemberian orang tuaku. Saat aku kecil, aku sering bertanya mengapa bapak dan ibu memberiku nama Sekar, yang berarti bunga. Bapak dan Ibu selalu menjawab dengan tersenyum "bapak dan ibu ingin aku cantik seperti bunga". Sekar kecil cukup puas dengan jawaban itu. Iya, cukup puas mendengar bapak dan ibu yang mengatakan aku cantik.
Tapi, setelah kini dewasa aku ingin merubah namaku menjadi Sekar Raflesia Arnoldi...Supaya aku menjadi bunga yang dilindungi.
Iya, harapan bapak ibu aku tumbuh sebagai perempuan cantik memang terwujud. Tapi, tepat diumurku 20 tahun aku merasa dunia runtuh...bapak dan ibu meninggalkanku untuk selamanya dalam sebuah kecelakaan.
Tidak lagi ada tempatku mengadu. Tidak ada tempatku berlindung. Tidak ada lagi pelukan hangat bapak ibu. Rasanya sudah tidak ada lagi semangat untuk melangkah.
Meskipun kami adalah keluarga sederhana, tapi aku merasa dilimpahi kasih sayang. Tidak pernah sedikitpun aku merasa kurang untuk materi. Bapak ibu selalu menanamkanku untuk selalu memperbanyak rasa syukur.
Sungguh aku beruntung menjadi anak Bapak dan ibu. Walau pada akhirnya, Allah memanggil mereka lebih cepat. Dan aku, harus tetap menjalani hidup yang pasti terasa lebih berat tanpa bapak dan ibu.
Kini, aku sudah lulus dari perguruan tinggi ternama di Kota kelahiranku, Yogyakarta. Tentunya dengan kerja serabutan demi bisa bertahan hidup dan melanjutkan kuliah.
Lagi lagi aku sangat bersyukur sudah sampai dititik ini.
Dan kini, saatnya aku bersiap menghadapi dunia yang lebih keras.