pagi ini,untuk pertama kalinya Anya dan Gaza duduk bersama menikmati sarapan di meja makan,tentu hal yang merasa sangat tabu,sesekali manik matanya bergeser menatap Gaza,dengan beberapa kerutan di dahinya. Pria itu tampak lahap memakan sarapannya ,tanpa memikirkan apapun,berbeda dengan dia yang masih saja berputar pada poros masalahnya. Anya masih menunggu apa yang terjadi setelah nya,apakah akan ada pembicaraan serius diantara keduanya,mengingat kini mereka telah duduk bersama. nihil,tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. dasar pria licik,apa yang sebenarnya dia harapkan? Anya menghembus kan nafas berat,yang mengalihkan perhatian Gaza menatap sekilas ekspresi Anya. "kamu kenapa?"Anya hanya menggeleng lemah, "aku perhatikan,kamu nggak ngomong sama sekali,apa sekarang u

