"Ri, lo engga apa-apa?" tanya Renata hati-hati. Januari yang sedang memegangi dua cup kecil minuman yang sudah tidak hangat itu, menoleh. "Saya engga apa-apa. Dari awal kan saya udah bilang kalau saya engga kenapa-kenapa, tapi kamu tetap aja ngeladenin mereka," jawabnya dengan helaan napas berat. Renata meringis. Tadi dirinya sedang menunggu pesanan nasi goreng miliknya saat tiba-tiba mendengar ocehan tidak karuan dari Farhen yang duduk di pojok kantin. Saat menoleh dan memfokuskan pandangannya, dia baru sadar Januari ada di sana dan tahu bahwa Januari lah target dari omongan Farhen itu. Tentu saja dirinya tidak senang dengan apa yang dilakukan Farhen pada Januari, terlebih melihat Januari tidak melakukan apa-apa dan hanya diam saja membuatnya bertambah geram. "Tapi harusnya lo balas d

