"Lo beneran pulang bareng Ari? Engga mau sama gue aja?" tanya Renata memastikan. Tangan gadis itu memasukan buku miliknya sambil matanya melirik ke arah Januari yang masih santai membaca buku padahal normalnya semua orang akan langsung berlari keluar kelas begitu bel pulang berbunyi. Ya memang Renata tahu bahwa dari awal Januari bukan salah satu dari yang normal. "Menurut kamu kenapa aku sampai minta Vitta buat engga usah jemput kalau akhirnya aku malah pulang bareng kamu?" tanya Anyelir tidak habis pikir. Renata cekikikan melihat wajah malas teman sebangku nya itu. "Iya sih ya, harusnya gue engga usah nanya sesuatu yang udah gue tahu dengan baik jawabannya," katanya. Ia kemudian bangun dan mengenakan tas selempangnya. "Kalau gitu, gue pulang ya! Lo hati-hati nanti," pesannya. Anyel

