62. Si ulat bulu (2)

1548 Words

Suasana ramai yang ada di depan sekolah itu, justru tidak terasa di meja milik penjual mie ayam yang sedang ditempati oleh Anyelir dan kawan-kawan. Mereka semua mendadak diam, saat suara yang berat dan sedikit serak menyahuti perdebatan antara Renata dan Maudy. Royyan, berjalan dengan tas yang ia sampirkan hanya di sebelah lengannya saja. Di belakangnya, Januari mengekor dengan langkah santai dan tangan yang ia masukan ke dalam saku celana seragamnya. "Tadinya gue pikir cukup dengan ngomong ke Ari aja karena gue engga mau terlalu nuduh orang tanpa bukti yang kuat dan cuma berdasarkan sama feeling doang, tapi setelah gue dengar omongan lo ke Anye dan juga sikap lo yang pura-pura engga tahu pas ditegur sama Rere, rasanya gue semakin paham kalau lo emang orang yang 'kayak gitu'." ujarnya la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD