Anyelir memainkan jemari tangannya yang terasa dingin dan lembab. Ujian sudah berakhir dan pesta kelulusan baru diadakan kemarin dengan acara yang mengharukan dan penuh tangis sedih ketika para murid menyalami tangan guru-guru mereka. Dan kesedihan lain juga sudah datang untuk Anyelir. Waktunya sudah tiba, dimana ia harus berangkat ke Negeri tetangga dan memulai hidup mandiri di sana tanpa siapapun yang dikenalnya. Juga awal dari hubungan jarak jauh yang akan dia lewati dengan Januari. Pria yang saat ini duduk dengan tenang di sampingnya, dengan mata menatap lurus ke depan seakan tidak terganggu dengan aksinya yang gelisah sedari tadi. "Om sama Tante udah nunggu di sana?" Vitta yang sedang mengemudikan mobil itu bertanya, melirik dari kaca spion yang ada di atas kepalanya. Oh, benar.

