Tidak kah kalian penasaran, kehidupan macam apa yang diharapkan oleh Januari yang terlahir sebagai orang bawah dan orang tuanya hanya bekerja mengais sisa sampah orang lain untuk kemudian kembali dijual? Januari yang hanya memiliki satu suku kata dalam namanya, tidak pernah berharap menjadi apapun di kehidupannya. Bagi Januari kecil, melihat Ayahnya tersenyum lebar ketika mendapatkan banyak botol bekas dan beberapa barang yang masih bisa dipakai ketika memulung, juga melihat wajah senang ibunya ketika nasi jualannya habis tak tersisa, itu sudah lebih dari cukup. Namun pernah di satu ketika, saat dia mengikuti Ayahnya berkeliling untuk memulung, mereka bertemu dengan seorang pria yang turun dari mobil dan menghampiri mereka. Pria itu bertanya mereka sedang apa walaupun melihat karung yan

