"Anye! Tante bawain bekal ya!" Kepala gadis itu langsung menoleh, tangannya bersegera memakai sepatu yang masih setengah menggantung di kakinya. "Boleh, Tan. Tapi engga usah terlalu banyak," balasnya dengan sedikit keras. Ia bangun dari posisinya yang tadi berjongkok, kemudian berjalan ke arah ruang makan yang masih sepi. Hari ini adalah hari pertama kegiatan sekolah dimulai kembali. Dan nampaknya orang lain dalam rumah ini masih belum terlalu siap kembali ke rutinitas seperti sebelumnya. Meskipun Vitta memang tidak mengalami libur panjang seperti dirinya dan juga Vian, namun gadis itu justru terlihat yang paling frustasi karena harus bangun pagi. Itu semua terlihat dari bagaimana Vitta yang walaupun sudah berkemeja dengan baik, tapi terlihat seperti setengah tertidur. "Selamat Pagi!

