BAB 20

1008 Words

Pembicaraan itu masih terus berlangsung, dan tampaknya menjadi semakin panas saja. Apalagi, perasaan Candy yang masih terluka akibat ulah dari Ben yang membekas dalam hatinya. Tidak ada rasa suka, hanya rasa benci saja. "Candy, cuma tanya, kita udah lama nggak ketemu," kata Ben bernada santai sambil memasukkan kaleng minuman kopi. Kemudian tersenyum manis pada Candy, "gue cuti kerjaan dua minggu, jadi gue kembali ke kota. Kita seapartemen, loh." "Oh. Ya nggak apa-apa, ntar gue numpang ke rumahnya Arlo aja." Ben malah tertawa terbahak-bahak. "Lo masih marah banget gara-gara gue mutusin pindah dulu? Kita putus juga karena elo nggak mau LDR'an." "Siapa juga yang mau LDR'an ama playboy kek elo?" "Siapa juga yang playboy?" "Lo kira gue nggak tahu?" "Candy, dulu itu salah paham." "Oh, ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD