Kei pulang ke apartemennya yang sepi. Dia mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaan kantornya. Sekalipun dia sudah mengambil cuti, tapi tidak ada hal lain yang bisa membuatnya sibuk saat ini kecuali hal itu. Mandi, membuat kopi, lalu duduk menghadap laptopnya sepanjang malam. Dia hampir melupakan keberadaan ponselnya. Dia sangat ingin dikhawatirkan Candy, tapi keadaan benar-benar mengatakan sebaliknya. Dia tetap mengerjakan data kantornya selama berjam-jam hingga tengah malam. Sesekali dia keluar ke balkon apartemennya untuk menikmati udara malam. Kalau saja niatnya memang ingin mati, sudah dari tadi dia menerjunkan diri dari lantai 20 ini. Langit malam sangat bersahabat, pikirannya jadi melayang-layang. Perasaan cemburunya masih belum sirna. Dia menunduk untuk melihat kolam renang di b

