Arlo membawa Candy ke rumah pindahannya yang ada di pinggiran jalan raya yang cukup ramai. Rumahnya sendiri berdesain minimalis dengan pagar hitam dan ada taman kecil di depan teras. Ada seorang anak lelaki umur sepuluh tahunan sedang bermain bola disana. Ia tampaknya tidak tahu kedatangan Arlo dan Candy hingga mereka masuk ke halaman. Arlo menyapa, "Arian, mana Om? Sepi amat rumah." Anak itu menoleh, "Om lagi keluar bentar tadi, Kak," pandangannya tertuju pada Candy, "siapa ini? Tumben bawa kakak cantik?" "Pacar dong. Hari gini bawa pulang cewek apalagi kalau bukan pacar." Arlo menunjuk anak itu, "Can, ini adik gue, Arian." Ia memperkenalkan Candy pada adiknya, "Bro, ini pacar gue ya, Candy." Reaksi Arian malah menggoda, "Nama apaan tuh? Kendi? Buat air itu ya, Kak?" Arlo tertawa. "S

