"Daddy.. daddy.." tawa riang seorang gadis kecil tertdengar memanggili ayahnya. Ia berlari dengan wajah cerianya. Namun semuanya tampak semakin pudar dan gelap. Semuanya tak lagi terlihat. Jonathan tersentak kaget dan tersadar dari tidurnya. Ia menarik nafas dalam dan membenahi posisi duduknya. Bertepatan saat itu, pesawat yang di tumpangi jonathan hendak akan mendarat di bandara incheon korea selatan. Ia akan bertemu dengan kedua orang tuanya yang sedang berlibur disana terlebih dahulu, dan akan berangkat ke china bersama. Jonathan mengencangkan kembali sabuk pengamannya dan bersandar dengan nyaman. Ia melempar tatapannya keluar jendela sembari berfikir dengan dahi yang mengkerut. Mengapa jesi memanggilku daddy? Hah, mimpi yang aneh batin jonathan. Ia mengusap wajahnya kasar dan kemba

