SALAH KIRIM KADO 28 Pov : Sarah |Hai Sar, gimana kakinya udah mendingan? Nanti aku ajak ke bukit bintang, mau?| Sebuah pesan dari Kak Dareen muncul di ponselku. Semenjak kecelakaan itu, dia tak pernah absen mengirimkan pesan padaku. Camilan dan buket bunga sering kali mampir ke rumah. Dia tak pernah bosan menanyakan perkembangan kakiku. Entahlah. Lama-lama aku mulai luluh dengan perhatiannya. Ah, bukankah perempuan memang butuh perhatian dan cinta yang tulus? Sepertinya Kak Dareen juga memiliki itu untukku. Dia semakin menunjukkan perasaannya padaku setelah perceraian itu. Masih jelas kuingat kata-katanya dulu," Kalau memang Indra hanya bisa membuatmu kecewa dan terluka, biarlah aku yang membalut luka itu dan menciptakan senyum dan tawa dalam hidupmu." Aku sempat terbahak mendengar k

