Bab 29

1383 Words

SALAH KIRIM KADO 29 Pov : Siska Ruangan sempit ini menjadi kamar sementara untukku. Tak mengapa, nanti setelah kerja aku segera keluar dari sini. Rasanya juga nggak betah, kalau bukan karena terpaksa nggak ada tempat lain nggak sudi rasanya aku tinggal di sini. Apalagi kalau ingat wajah masam Hanum. Rasanya kesal dan muak. Tapi biarlah, yang penting sekarang aku harus cari tahu dulu apa hubungan mereka dengan laki-laki tajir itu. Deru motor terhenti di halaman rumah. Kuintip dari balik gorden kamar, seorang laki-laki membuka helmnya. Sementara Hanum sudah melangkah pelan sambil tersenyum lalu mencium punggung tangannya. Benar saja, Agus -- suami Hanum yang pulang itu. Mereka sedang berbincang-bincang di teras, sementara tante Humaira masih sibuk di dapur. "Mas, si Siska datang barusan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD