Bab 12: Obat dari tabib Xin Liu

1029 Words
"Cepat-cepat bakar mayat itu di sini!" salah seorang prajurit di tunjuk langsung oleh Pemimpin Dong Zhu. Mereka tergesa-gesa mengumpulkan mayat ke pembakaran kayu yang masih menyala sambil secara bertahap menambahkan kayu. Panas yang kian terasa membakar kulit meski musim dingin. Mereka terus menerus memasukan mayat-mayat b***k ke dalam api panas. Aroma daging dan rambut manusia melekat pada tubuh para penjaga yang sedari tadi berada di sekitar api, semua kesibukan ini telah berlangsung selama empat jam penuh. Karena b***k-b***k yang sudah menjadi mayat terus bertambah, bahkan ada juga yang masih hidup namun sudah mendekati ajalnya terpaksa di bakar hidup-hidup karena pengobatan yang di lakukan tabib pengelana hanya bisa berefek pada orang yang baru mengalami gejalanya saja. "Hey, pakai ini." ucap pemimpin Dong zhu memberikan secarik kain kepada para bawahannya yang tengah sibuk mengurus b***k. "Tutup bagian wajahmu dengan ini agar tidak tertular, ini sedikit basah karena di beri obat oleh tabib Xin Liu." "Terima kasih, ini sangat membantuku." balas penjaga. "Oh, iya berikan kain sisa ini kepada yang lain. Aku akan pergi karena mendapatkan perintah untuk mengurus sisa-sisa b***k yang masih bertahan untuk di pindahkan ke tempat desa Tao." papar Dong zhu sambil melihat langit-langit sedikit mendung. "Ah, sudah pasti tuan kita akan mengalami rugi yang amat sangat banyak. Ya sudahlah kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti." sambungnya kembali menepuk pundak bawahan. *** Para b***k berjejer di depan pintu gerbang menunggu giliran untuk naik ke kereta kuda. Penjaga lebih mendahulukan para perempuan yang tidak lain karena harga mereka sangatlah mahal dan banyak mendapatkan keuntungan dari perempuan terutama yang masih muda. Berbeda dengan laki-laki meski harganya sedikit lebih mahal, tapi tidak memiliki keuntungan banyak dari para saudagar b***k. "Tetap tali mereka seperti itu dan jangan sampai di lepas jika belum sampai ke lokasi tujuan." "Kita akan ke desa Tao, di desa itu ada rekan kerja tuan kita. Pastikan semua barang dagangan tuan sampai dengan selamat, kalau pun tidak. Kita akan mengalami kerugian materi yang sangat besar." terang pemimpin Dong zhu kepada para penjaga yang hendak membawa b***k. Dong zhu memimpin jalannya pengiriman para b***k, demi keamanan maksimal. Dong zhu memimpin setidaknya enam kereta kuda yang berisikan sepuluh gadis-gadis dan wanita dalam satu kereta. "Pemimpin Dong zhu, bagaimana dengan yang lain?" ucap Kay menunjuk beberapa barisan yang masih tersisa karena kereta yang sudah penuh kapasitasnya. "Tempatkan mereka yang sehat secara terpisah agar tidak tertular dengan yang sakit. Ini akan sedikit lebih lama karena," jawab Dong zhu memperhatikan b***k-b***k yang masih tersisa, dan juga kereta yang sudah penuh. "Kita sendiri membawa enam kereta dan kemungkinan memakan waktu tiga sampai empat hari. untuk sampai ke desa Tao." sambungnya jelas sesudah itu ia menaiki kuda. "Kalau begitu aku akan meminta yang lain untuk memisahkan mereka yang sehat." balas Kay memberi hormat. "Aku percayakan tanggung jawab ini padamu." ungkap Dong zhu jelas. "Ayo berangkat!" Dong zhu mendahului kereta untuk memimpin, sesudah itu kereta pun jalan mengikuti arahana Dong zhu, sedangkan Kay memperhatikan kepergian pemimpian Dong zhu. *** Rengekan ke khawatiran para wanita dan gadis-gadis yang tengah di bawa mencuri perhatian para warga sekitar, meskipun mereka sudah terbiasa. Tapi tetap saja, hal itu tetap menjadi perhatian. Sampai di gerbang utama kerajaan, mereka berhenti sejenak menunggu antrian kereta-kereta kuda yang keluar masuk dari berbagai wilayah. Kini gilirian mereka yang tengah di periksa. Dong zhu menggeledah saku kirinya kemudian memberikan kayu berlogo khusus dengan perunggu berbentuk tali melingkar dan perak berbentuk dua buah kepala berhimpitan berlawanan. "Baik, jadi kalian mau kemana?" tanya penjaga gerbang. "Kami akan ke desa seberang, hendak menitip barang dagangan kami menggunakan enam kereta. " tunjuk Dong zhu kepada para bawahannya yang mengendarai enam kereta kuda. "Sepertinya barang dagangan kalian memiliki banyak kualitas bagus," ungkap penjaga. "Kalau begitu, silakan pergi dan hati-hati di jalan." senyum ramah si penjaga kemudian mempersilahkan Dong zhu dan para bawahannya pergi. Dong zhu langsung memberi aba-aba untuk melanjutkan aba-aba kepada bawahannya. Suara tapal kuda begitu kental terasa dan juga roda kayu yang keras. Kereta yang bergoyang ke kanan dan ke kiri karena jalan yang tidak rata setelah melewati gerbang. Hamparan tanah yang lapang serta sedikit pepohoan membuat mereka bisa melihat secara jelas danau hijau dari jarak yang sangat jauh. *** "Berapa b***k yang bisa kita selamatkan?" tanya tabib kerajaan ke Xin Liu yang tengah fokus menyembuhkan satu persatu rekan b***k. "Di lihat situasi yang ada kemungkinan, hanya sedikit yang akan akan selamat, tapi aku bisa memberi pencegahan ke orang yang belum terkena penyakit ini," jawab Xin Liu lalu memberikannya ke tabib. "Aku sudah meminum ramuannya, kau juga harus meminumnya, misalkan kau tertular penyakit ini tidak membahayakan jiwamu." paparnya. Tabib mempercayai setiap ucapan tabib pengelana karena memahami betul efek penyakit ini setelah sibuk menangani banyak b***k sakit. "Baiklah akan aku minum." ia langsung menegak habis dalam satu tegukan. "Kalau begitu bantu aku menyebarkan obat buatanku ini ke mereka yang belum tertular ataupun yang baru tertular dua hari yang lalu." tabib kerajaan langsung membawa seluruh obat yang terisi penuh di dalam kendi untuk di bawa lalu di bagikan dengan berkeliling ke para penjaga dan juga b***k-b***k lainnya. "Apa ini?" tanya Kay yang secara tidak langsung memergoki tabib kerajaan membawa teko kendi dan juga empat buah cangkir ukuran kecil. "Obat racikan Xin Liu, untuk mengurangi efek mematikan jika tertular. Kamu cobalah minum ini." tawar tabib sambil menuangkan secangkir kecil minuman keruh karena mencampurkan seluruh rempah lalu di masak sampai mendidih. "Tidak-tidak." tolak Kay karena bau menyengat khas yang tidak dia sukai tercium jelas. "Kenapa? Minumlah anggap saja teh, ini lebih baik dari pada kamu tertular dan akhirnya bernasib sama seperti yang lain." papar tabib kerajaan. Mendengar ucapan sang tabib kerajaan, ia pun menuruti tawarannya, kemudian meneguk habis obat itu lalu selesai dengan menunjukkan wajah menahan rasa pahit dan juga bau yang berkumpul di dalam mulutnya. "Apa ini sudah cukup? Rasanya benar-benar buruk sesuai dugaanku." tabib kerajaan tertawa geli, "Aku sangat mengerti maksudmu. Tolong bantu aku membagikan ini kepada para penjaga, aku akan kembali membawa obat ini dan memberikannya ke para budak." "Oh begitu, kebetulan. b***k-b***k yangbelum tertular sebagian kami bawa ke luar desa, dan sisanya menunggu giliran. Mereka ada di sana." tunjuk ruangan para prajurit. Tabib kerajaan memberikan teko kendi dan juga cangkir, "Kalau begitu aku akan kembali lagi untuk mengambil obat."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD