BAB 8: Keadilan hanyalah ilusi semata.

1141 Words
Pernakah kamu berpikir, bahwa dunia sejak awal sudah tidak adil? Pernahkah kamu berpikir, uang adalah jalan keluar dari semua hinaan? Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana rasanya mati? Apa kamu percaya adanya tuhan? Jika iya, mengapa kamu sering merasa tidak puas akan banyak hal dan terus mengeluh? Kemana saja kamu selama ini? Seberapa yakin kamu, bahwa orang kaya adalah seorang penjahat? Silakan cari jawaban tersebut dalam kisah berikut ini. Penjaga pergi dengan terburu-buru meninggalkan ruangan sang bos. Kemudian kembali kepada pemimpin untuk melapor. "Pemimpin Dong zhu!" seru prajurit mengagetkan Dong zhu yang masih tetap serius memperhatikan mayat yang berada didepannya dan tidak menghiraukan bawahan memanggil namanya. Setelah melihat respon Pimpinannya, "Pemimpin Dong zhu! Aku memanggilmu!" "Akh! Diamlah aku mendengarmu sedari tadi, Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan!" sentak Dong zhu. "Tuan Xue-Jang menyuruh kita untuk mengusut tuntas masalah ini agar tidak terjadi masalah. "Baiklah, segera kumpulkan semua orang yang saat ini sedang bebas bertugas." Bawahannya segera bergerak, untuk memanggil rekan-rekannya yang lain saat ini tidak bertugas untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang mulai meresahkan dan mulai membuat rugi pemilik b***k. *** Bawahannya pun datang berbondong-bondong bersama rekan lainnya yang saat ini sedang tidak bertugas. "pemimpin, saya sudah membawa tiga belas anggota yang saat ini sedang bebas tugas." Dong zhu pun berdiri setelah lama berjongkok, "Terima kasih, bagus sepertinya memang banyak orang yang saat ini sedang bebas tugas." "Aku memerlukan kalian untuk mengusut terjadinya kasus bunuh diri yang meresahkan ini. Ini perintah langsung dari tuan kita, dan aku harap kalian membantuku. Karena akan berpengaruh terhadap karir kita jika tidak diselesaikan." tutur Dong zhu. Para prajurit pun memperhatikan setiap ucapan pimpinannya, "Apa ketua punya rencana untuk mengusut tuntas hal ini?" "Aku mempunyai beberapa teori dan juga rencana." papar Dong zhu, "Teori pertama salah satu dari kita memberikan kunci tersebut kepada b***k. Teori kedua, mereka saat ini sedang melakukan protes dalam bentuk bunuh diri." Sontak saja teori Pemimpin Dong zhu membuat bawahannya kaget, "Kenapa ketua berikir begitu? Jadi maksud tuan salah satu dari kita adalah penghianat? Lalu apa alasannya?" "Mereka tidak bunuh diri melainkan dibunuh. Seperti yang kita ketahui dari dulu, saingan tuan Xue-Jang sangatlah banyak hingga aku sendiri pun bingung, siapa dalang dibalik semua rencana busuk ini." cetus Dong zhu, "Kemungkinan kedua ini mungkin aneh, dan sepertinya para b***k mulai memberontak dan lelah tentunya." "Apa rencana ketua agar menyusut tuntas masalah ini?" "Kita akan memperketat penjagaan dari luar dan dalam. Telusuri tempat-tempat yang jarang kita kunjungi akhir-akhir ini. Tapi ingatlah, jangan beritahu yang lain jika kalian saat ini sedang menyelidiki kasus ini. Bersikaplah biasa. Lalu beritahu mereka untuk memperketat penjagaan saja." "Baik!" seru mereka serentak. Mereka kembali bubar dan sisanya membungkus mayat tersebut untuk dikuburkan bersamaan dengan mayat korban bunuh diri lainnya. *** Malam harinya, mereka saling berjaga dan mengawasi rekan-rekan lain yang tidak mengetahui sama sekali rencana pemimpin. Semua terjadi normal seperti biasanya tanpa kendala sedikitpun bahkan seolah lupa pagi tadi telah terjadi kasus bunuh diri. Salah satu penjaga mengungkapkan pendapatnya,"ketua! Sepertinya hari ini, kita tidak menemukan hal aneh tersebut disekitar sini." "Aku sudah mengetahui hal ini ... orang yang kita cari belum tentu ada atau mungkin belum saatnya keluar, lebih baik kita berjaga seperti biasanya."cetus Huang zhu, "Berarti kita belum saatnya menemukan orang tersebut." Tiga belas anggota lainnya tetap berjaga seperti biasa sambil mengawasi rekan-rekan lainnya. *** Tujuh hari berlalu semenjak insiden kasus bunuh diri, "Cih, apa kamu tidak merasa aneh? kita saat ini sedang mengawasi teman sekawan, ini benar-benar tidak mengenakan." "Aku juga merasa seperti itu, mungkin cepat atau lambat mereka akan mengetahui tingkah kita yang mulai berbeda dari biasanya. Walaupun, kita sudah berusaha semaksimal mungkin." Kegelisahan yang saat ini sedang melanda, tiba-tiba ada ada seorang rekan lainnya yang juga seorang prajurit, saat ini sedang terengah-engah dengan wajah tidak santai. "Kenapa kamu terlihat sangat terburu-buru?" "A-Aku baru saja melihat seorang b***k bunuh diri," jawabnya sambil menelan ludah serta menarik napas dalam. "Apa! Kenapa tidak bilang dari tadi, sekarang ayo kita pergi kesana!" ungkapnya bergegas menarik kawannya untuk menunjukkan jalan, "Tolong bantu aku melaporkan ini pada pemimpin," "Baiklah!" ucapnya bergegas pergi. Dua prajurit yang saat ini sedang menuju lokasi kasus bunuh diri, sedangkan seorang prajurit lainnya menuju tempat lain hendak mencari pemimpin Dong zhu. Ramai-ramai ruangan khusus prajurit melepas penat. Prajurit bernama Kay, mencari pemimpin Dong zhu, matanya melirik setiap punggung serta wajah prajurit yang saat sedang bersantai diruangan hangat menggunakan bara api membuat seisi ruangan menjadi terang ditambah obor yang membuatnya makin terang. Akhirnya Kay memergoki pemimpin Dong zhu sedang menikmati makan malamnya dengan sepotong roti dan ubi bakar, "Ketua!" serunya mengejutkan pemimpin Dong zhu. Pemimpin Dong zhu pun terkejut hingga menjatuhkan sepotong besar ubi bakarnya yang baru saja hendak dimakannya. "Apa!" serunya pula sambil melirik tajam kearah bawahannya, lalu ia pun mengambil makanan yang terjatuh ke lantai beralaskan tanah sembari meniup sisi-sisi kotor ubi tersebut. Kemudian, memakannya kembali. "Maafkan aku tuan." ucapnya langsung membisikan kabar tersebut melalu telinga pemimpin dong zhu. "Kita menuju ke sana secepatnya." ungkapnya langsung berdiri setelah mendengar kabar tersebut. Mereka keluar kemudian keluar dari ruangan tanpa meninggalkan kecurigaan berarti. "Apa kamu tahu tempatnya?" tanya Dong zhu. Sebelum pertanyaannya dijawab oleh Kay, rekannya yang menjadi saksi telah menunggu terlebih dahulu diluar. "Mari aku tunjukkan jalannya pemimpin Dong zhu." cetusnya langsung memimpin didepan. Mereka mengikuti sampai pada akhirnya, ia melihat rekan lainnya yang sedang memegangi seutas tali sambil menahan berat badan orang yang jatuh ke dalam sumur. "Hei! Kenapa lama sekali!" teriaknya menyeringai. "Maafkan aku, balas rekan salah satunya yang baru saja menunjukkan jalan." ucapnya sambil berlari kecil kemudian menggapai tali yang berada di tanah lalu menariknya secara bersamaan. Mereka berusaha semakisimal mungkin agar tidak menimbulkan suara berisik yang menimbulkan rasa curiga kepada orang-orang yang tengah berjaga diluar. "Y-Ya terus tarik ... uh, ini sedikit sulit dari yang aku kira. Kenapa tidak ada yang menyadari bahwa ada seseorang di dalam sumur?" cetus rekan Kay. "Ini benar-benar merepotkan dari yang aku kira. Tubuhnya begitu berat dari biasanya." oceh rekan Kay bertubuh kurus. "Tentu saja berat, kita menarik tubuhnya hanya dengan menggunakan tali di tambah berat tubuh mayat ini bertambah setelah menelan begitu banyak air." balasnya merecok. "Sialan!" "Hust!" pemimpin Dong zhu memukul punggung bawahannya yang baru saja mengumpat dengan suara lantang, "Diamlah bodoh ..." ucapnya dengan suara lirih. Mayat pria tersebut akhirnya keluar dari sumur, tubuhnya tampak membiru legam, serta terdapat bercak luka pada lehernya. ini tampak membingungkan sebab tidak diketahui cara b***k ini keluar, padahal penjagaan sudah diperketat sejak jauh-jauh hari dan ini tetap membuat kami kecolongan. "Pemimpin Dong zhu, apa perlu kita melaporkan ini terlebih dahulu kepada tuan kita?" "Jangan sekarang, lebih baik kita selesaikan ini terlebih dahulu sebab, mungkin kita akan bertambah kesulitan. Jika melaporkan sekarang." Satu bulan kemudian, mereka masih belum menemukan penyebab mereka kabur dan bunuh diri mereka yang tak mempunyai penyebab yang jelas. Meski begitu, kejadian itu tidak terjadi lagi selama dua minggu terakhir. Hingga pada akhirnya masalah tersebut benar-benar tidak terpecahkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD