Bab 09: Wabah penyakit.

1131 Words
Enam bulan berlalu semenjak Feng Ying, Xuemei dan Ibu mereka menjadi seorang b***k. Mereka setiap hari menerima siksaan secara fisik maupun mental. Musim dingin telah tiba, akan tetapi mereka tetap bekerja secara paksa bahkan tidak menghiraukan kesehatan para b***k yang mulai mengalami ruam dimuka dan kaku akibat kedinginan karena pekerjaan berat yang berada diluar ruangan yang dilakukan para b***k pria.   Hal berbeda ditunjukkan para wanita yang bekerja sebagai penghibur tidak mengalami hal itu. Namun, mereka mengalami siksaan secara seksual karena pekerajaan yang diberikannya sebagai seorang penghibur bagi para pendatang dari luar kerajaan. Tugas yang sangat berat bagi mereka yang harus melayani para pendatang. Karena harus tidur dengan orang asing yang bahkan tidak pernah ia temui sebelumnya.   Ranjang kecil yang terus bergoyang sesuai ritme gerak tubuh serta suara desahan dari seorang wanita dewasa yang cukup menggoda, membuat puncak birahinya makin menggila.     "Aaa! ..." teriakan seorang wanita setelah mengalami puncak birahinya dengan seorang pelanggannya.   "Kau sangat hebat, benar-benar hebat. Aku tidak menyangka akan mengalami kelelahan seperti ini ..." ucapnya berbisik lirih ke telinga wanita penghibur. Kemudian bangkit dari ranjang, lalu segera mengenakan pakaian dan celananya, "Aku akan memesanmu kembali." lalu meninggalkan wanita tersebut pergi yang masih kelelahan.   Wanita tersebut bangun sambil memegangi sprei karena tubuhnya tidak memakai busana, ia pergi menuju meja tempat dirinya menaruh semua pakaiannya dan juga tiga koin emas serta lima koin perak sebagai uang tip karena pelanggannya sangat puas. Sesudah itu, ia pergi keluar dari kamar dan melewati lorong tersebut.   Suara-suara wanita penghibur dan juga pelaanggan sedang bermain keringat  di dalam kamar serta beberapa wanita yang sedang menemani pria mabuk minum.   "Sayangku! ... Ayo cepat minum yang banyak, nanti kita pesan kamar sebagai penutupnya." ucap seorang wanita penghibur.   "Gluk-gluk ... khaa! Haha ... kamu memang pintar merayuku disaat aku sedang mabuk!" seru seraya membanting gelas bambu diatas meja.   "Haha, ayo sayang! Aku sudah tidak sabar lagi tidur denganmu." rayu wanita tersebut menarik lengan baju yang terbuat dari bulu domba yang membuat tubuh pria tersebut tetap hangat.   Beberapa saat kemudian terjadi keributan oleh seorang pelanggan yang sedang mabuk sambil memanggil nama wanita penghibur dengan suara lantang, "Lien cepatlah kemari! Aku ingin bermain denganmu malam ini!" sambil berjalan sempoyongan mendekati lorong kamar.   Penjaga pun datang menghampiri orang mabuk tersebut dengan menghadangnya, "Tuan tenanglah! Kami mohon jangan membuat keributan disini ..." ucapnya dengan nada rendah.   "Ah! Minggir kau dari sini br*ng*ek!" teriaknya mendorong penjaga tersebut dengan amat keras, "Aku hanya ingin bertemu dengan pelac*r itu kemana perginya orang si ja*ang?!" teriaknya dengan suara yang cukup lantang. Bahkan, membuat beberapa orang yang sedang berada di dalam kamar terpaksa keluar.   "Penjaga, tolong usir orang itu dari sini! Aku tidak bisa menikmati malamku gara-gara mereka." ucap Pria tua dengan seorang wanita penghibur disampingnya melihat keadaan yang hanya memakai kain untuk menutupi tubuhnya.   Keadaan makin gaduh setelah pria mabuk tersebut menggila sambil memanggil nama wanita penghibur tersebut. "Lien kemana kau wanita jalang! Apa kamu saat ini sedang bersama orang lain?!"   Penjaga pun menendang perut pria mabuk tersebut dengan keras. Pria mabuk tersebut langsung tersungkur ke lantai yang beralaskan keramik marmer membuat bercak darah disekitar lantai. Kemudian, pria mabuk itu memuntahkan kembali minuman mereka kembali.   "Aaa!" teriak salah wanita yang menjerit setelah melihat aksi kekerasan yang telah dilakukan penjaga.   "Berhentilah membuat onar jika kau! ingin tetap mengunjungi tempat ini." ucap salah satu penjaga memberi peringatan pada pria mabuk.   Pria mabuk terbatuk akibat muntahan tadi lalu menyeka bibir mulut orang tersebut, "Aku hanya ingin bertemu dengan Lien. Tolong pertemukan aku dengannya!"   "Dia saat ini sedang tidak bisa bekerja! Cepatlah pergi dari sini." paksa penjaga mengusir pria mabuk dengan tombak yang ia pegang sejak tadi.   "Kenapa? Mengapa? Apa dia saat ini sedang melayani orang lan? Aku akan menunggunya!" ucap pria mabuk tersebut terlihat putus asa.   "Tidak perlu menunggu. Kau pulanglah hari ini, atau lebih baik lebih baik cari wanita lain untuk menghabiskan waktumu."   "Tidak aku tidak ingin wanita lain, ak-ku hanya ingin dia untuk menemani malamku yang buruk ini!" seru pria mabuk itu dengan sisa kesadarannya mengungkapkan keinginannya.   Sayangnya, walaupun pria itu memohon permintaan tersebut tidak terkabulkan. Karena wanita penghibur yang biasa menemaninya sedang sakit selama tiga hari terakhir. Setelah mendapatkan penjelasan tersebut dari seorang penjaga. Pria yang biasa menjadi langganan wanita penghibur pada akhirnya memohon untuk menemui wanita penghiburnya dan permintaan Pria mabuk terkabulkan.   Wanita penghibur itu kini terlihat lemas dan tidak tersadarkan diri di dalam jeruji besi dengan wajah pucat serta bibir merahnya kini berubah menjadi biru lebam.   "Lien apa kau bisa mendengarku?" ucap pria lusuh dengan aroma alkohol yang kuat dari mulutnya. "Aku disini ingin menemuimu, cepatlah sembuh." tangannya berusaha meraih tangannya dari dalam jeruji besi.   Tidur diatas jerami serta selimut yang tipis tak cukup untuk menghalau dinginnya malam di musim dingin. Lien penuh dengan bintik-bintik yang jika di sentuh akan pecah dan mengeluarkan cairan. Tubuhnya pun begitu panas membuatnya tak sadarkan diri.   "waktumu sudah habis untuk menjenguknya, pergilah dari sini!" serunya dengan nada sedikit kasar.   "Sebentar lagi, aku mohon ..." ucapnya dengan nada memelas sembari memegangi tangan Lien dari dalam kurungan.   Penjaga yang berada di dekatnya langsung menarik pria mabuk tersebut memaksanya kembali.   ***   Satu minggu kemudian, Perempuan penghibur tersebut tidak kunjung sembuh yang ada malah, beberapa orang disekitarnya termasuk penjaga, mengalami sakit dengan gejala yang sama persis yang dialami ***.   Gosip mulai menyebar setelah wanita penghibur tersebut meninggal dalam keadaan sakit serta meninggalkan jejak penyakit demam yang tak kunjung sembuh walaupun sering diberi obat penyembuh khusus yang biasa dilakukan para tabib. Namun, semua itu terlihat percuma saja.   Korban terus berjatuhan, korban paling banyak adalah para b***k dari gedung utara. Gedung utara merupakan bekas perternakan yang sempat *** tinggali bersama tiga ratus orang b***k.   Keresahan mulai terjadi dimana-mana, karena belum ditemukan obat yang ampuh. Para tabib yang berasal dari kerajaan ini mengangkat tangan tinggi-tinggi.   "Bagaimana apa tuan bisa menyembuhkan mereka?" tanya Kay kepada seorang tabib.   "Sejujurnya aku pun bingung. Karena kasus ini jarang dijumpai di kerajaan kita. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk meredakan panasnya, sayangnya tubuh mereka kembali memanas setelah berhasil turun."   "Apa mereka akan bisa sembuh?"   "Aku belum bisa memastikannya sendiri, jika saja ada tabib yang berasal dari luar kerajaan ini mungkin saja kita bisa menemukan jawaban." jawab seorang tabib paruh baya.   "Jadi kita harus mencari tabib yang berasal dari luar kerajaan?" kejut Dong zhu mengejutkan mereka berdua saat tengah mengobrol.   "Pemimpin!" seru Kay terkejut.   "Kenapa? Apa aku mengejutkan kalian?" balas Dong zhu sembari menutupi sebagian wajahnya dengan kain.   Kay terdiam tidak membalas ucapan pemimpin Dong zhu, yang sedang menatap dirinya.   "Iya kita harus mencari tabib luar kerajaan, kekurangan informasi termasuk penghalang bagi kami yang berprofesi tabib," jawab Tabib menjawab pertanyaan Dong zhu, "Bagaimana apa kamu mengetahui seorang pengelana disini yang berprofesi tabib?" sambungnya.   Dong zhu berpikir sejenak sambil melihat sekumpulan b***k pesakitan di atas tumpukan jerami, "Kay pergilah ke ruang resepsi tamu, tanya pada mereka." perintahnya tenang.   Kay segera pergi meninggalkan tempat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD