Sendirian di rumah sakit bukan menjadi sesuatu yang sulit bagi Reval. Dia memang terbiasa untuk sendiri, bahkan di rumah juga dia sudah terbiasa. Namun, kali ini dia merasa kalau dirinya sangat hampa. Tidak bisa dia mengekspresikan perasaannya. Dia tidak bisa marah, tidak bisa sedih, tidak bisa senang, bahkan tidak bisa mengerti apa keinginan dirinya sekarang. Katakan kalau Reval stress, tetapi kenapa dia masih sadar dengan dirinya? Tidak, dia tidak stress, dia hanya bingung. Walaupun wajahnya masih sangat pucat, dia tidak mengistirahatkan tubuhnya dari tadi semenjak perawat keluar. Dia duduk bersandarkan tembok di sebelah ranjangnya sambil menatap kedua lengannya yang sekarang tidak tertutup kain. Biasanya tertutup jaket, Reval tidak pernah memikirkan tentang lengannya. Kali ini, dia p

