Kepribadian Aneh

1043 Words
Shuwan merasa ada yang aneh tentang kepribadian dan sikap pria satu ini,kenapa sikapnya berubah,tidak seperti kemarin,yang acuh dan dingin serta waspada kepadanya. Bukankah Pemeran utama pria adalah orang yang tidak ingin berdekatan dengan siapapun selain pemeran utama wanita . Dan bukankah sifatnya adalah kejam dan dingin,sebagai raja iblis sikapnya harus begitu begitu,kan? Tapi... Mengapa? Pemeran utama pria ini. Dia bersikap sangat aneh sejak tadi pagi ,sikapnya bukan seperti orang dewasa,tapi...sikapnya seperti anak kecil berumur 5 tahun yang sangat manja dan naif. Shuwan memandang ke arah sosok yang berada di depannya dengan aneh,bukan hanya bersikap sangat baik,bahkan perilakunya sangat sopan layaknya anak kecil. "Aneh...apakah kepalanya terbentur saat itu?" tanya Shuwan dengan suara pelan,sambil melirik ke arah Long Yinse. Long Yinse sedang duduk sambil menyantap makanannya dengan gembira mirip anak kecil,seakan makanan itu sangat enak,padahal hanya ikan bakar dan nasi yang dia masak. Dan masih ada lagi hal yang membuat Shuwan selalu kaget dan kaku jika pria itu mengucapkan 'kata' itu. "Istri...aku ingin sayuran itu,"pinta Long Mi sambil menyerahkan mangkuk nya ada Shuwan . Bayangkan saja ,pria tampan memanggilku dengan sebutan 'istri' ,bukankah itu sangat menyenangkan,tapi tidak dengan Shuwan ,bukan rasa senang yang dia rasakan Dunia Shuwan seakan mengalami guncangan kuat,bukankah saat pria itu sadar ia.masih bersikap dingin dan waspada padanya,tapi kenapa sekarang... Mengapa dalam 1 malam pria itu Seperti bocah sekarang,bahkan menganggap dirinya 'Suami' yang bahkan mereka belum pernah mengucapkan ikrar pernikahan. "Ahhh... Ini"ucap Shuwan dengan senyuman yang dipaksakan ,karena perubahan kondisi saat ini. Yah Shuwan hanya bisa bersabar, mungkin saja kepala pria itu terbentur dan sekarang efeknya muncul, dan juga ia harus bersikap baik padanya, demi hidupnya,jangan sampai dia mati di tangan orang ini. Long Yinse yang menikmati makanannya,tiba-tiba menatap ke arah Shuwan,sambil berkata, "Istri, Ayah dan Ibuku bilang kalau kelak menemukan gadis yang baik,maka dia akan menjadi pendampingku...istriku sekarang aku memilikimu ."ujar Long Yinse dengan senyuman kekanak-kanakan. Shuwan terpaku oleh penampilan pria itu, 'Oh tuhan...apa ini,ketampanan yang mematikan oh...aku bisa mati muda,terlalu manis...ahhh tenangkan dirimu Shuwan ,ini hanya bocah sekarang,oke?' "Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Bagaimana jika kau bertemu dengan orang lain,apakah kau akan memanggilnya istri juga?"tanya Shuwan dengan tatapan acuh. Long Yinse terdiam sementara ,lalu berkata,"...tidak mungkin.Aku tahu bahwa kamulah Istriku, tidak ada yang lain." Tatapan pria itu langsung berubah menjadi yang polos ke tatapan tegas,bahkan Ia merasa aneh dengan perubahan cepat pria itu. 'Apa orang jaman dulu memang sukanya ceplas-ceplos yah? Mereka sangat terbuka.. ' Shuwan hanya diam lalu mengangguk pelan,untuk saat ini kita turuti saja kemauan pria dalam 'anak' kecil ini dulu. ***** Setelah mereka berdua makan, Shuwan membawa Long Yinse ke arah sungai, mereka harus mandi,mengingat pria itu belum mengganti pakaian yang rusak kemarin. Long Yinse memiliki pemikiran anak umur 5 tahun, Shuwan berfikir mungkin inilah mengapa pemeran utama wanita mudah bergaul dengannya.Sampai ingatan pria itu kembali ,Shuwan harus menjaga image 'penolong-nya' agar dia bisa hidup dengan tenang. Shuwan menatap pria di samping nya ,lalu menunjuk ke arah sungai,Shuwan berkata, "Yinse,buka pakaianmu dan mandilah dulu." Long Yinse dengan taat membuka pakaian nya sesuai arahan Shuwan,bahkan tanpa menolak nya,tapi rona merah di telinga nya tidak bisa di sembunyikan.Shuwan yang kembali membawa kain baru melihat penampilan pria itu ,terkejut. Kulitnya bersih tanpa bekas luka,otot-otot tubuh nya terpampang jelas,pinggangnya langsing tapi seksi,bahkan Shuwan harus meneguk ludahnya dengan susah payah akibat pertunjukan langka yang tiba-tiba ini. 'Sangat Seksi!' batin Shuwan sambil berusaha memulihkan kesadarannya akibat pesona pria itu. "Uhuk...Kenapa kau tidak bilang kalau kau membuka bajumu ,hah."wajah Shuwan memerah ,bergegas melemparkan kain untuk Long Yinse dan melarikan diri . Long Yinse berkata dengan polosnya, "Istri...bukankah kau yang menyuruhku untuk melepas pakaianku,kan?" Shuwan menggigit bibirnya karena antara bersalah dan gemas dengan penampilan imut pria itu,netra merah darahnya seakan berkaca-kaca karena merasa disalahkan. "...ohhh...kalau begitu mandilah."ujar Shuwan dan kembali mencoba untuk pergi. Tetapi tubuhnya langsung ditangkap dengan pegangan kuat dari pria yang langsung memeluknya, Long Yinse membenamkan kepalanya ke leher Shuwan ,sambil menghirup bau tubuh gadis itu,membuat Shuwan menggigil karena geli. "Ka-" ucapanya terpotong karena di sela lebih dulu oleh Long Yinse . "Istriku sangat manis dan harum,um aku suka ini." 'SIAPA YANG PEDULI KAU SUKA APA TIDAK ,SIALAN!' teriak Shuwan marah dalam hatinya. Tahan Shuwan!?Dia hanya anak kecil,pikirannya hanya anak kecil,oke. "Le-lepaskan aku dulu...."Seri Shuwan berusaha terdengar tenang. Untungnya, Pria itu menurut dan meninggalkan Shuwan ,pergi untuk mandi. Shuwan mengambil tempat untuk mandi juga,tapi menjaga jarak yang jauh agar tidak di intip,bahkan jika Long Yinse sekarang menjadi 'anak kecil' tetapi tetap saja dia masih seorang pria. *** Seminggu kemudian. "Yinse apa kau sudah siap? "tanya Shuwan. Gadis itu berjalan keluar dari kamarnya ,dengan mengenakan gaun merah vermillion yang membuatnya terlihat sangat anggun dan indah. Shuwan dan Long Yinse sepakat untuk keluar dari hutan, Shuwan ingin melihat kehidupan luar sana. Long Yinse mengenakan hantu hitam dengan motif lotus di ujung pakaian,rambut peraknya diikat dengan rapi,senyum ceria masih setia di wajahnya. "Kemana pun Istri pergi, aku akan selalu ikut." Ucapnya dengan nada manja dan lembut. Shuwan menatap pria itu dan hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. Dalam beberapa hari dia sudah mulai membiasakan diri dengan panggilan 'Istri' dan sikap lengket serta manja pria itu. Mungkin saat pria itu melihat MuYan, ia akan berpaling juga darinya,bagaimanapun mereka adalah 'pasangan takdir ', bukan begitu. Shuwan memberikan topeng rubah pada Long Yinse,karena wajah tampan itu akan membuat masalah jika tidak dijaga dengan aman. "Istri apa aku terlalu jelek makanya kau mau memberikan ku topeng? "tanya Long Yinse dengan wajah cemberut. "Em...kau memang jelek"tidak kau sangat tampan ah...Shuwan harus berbohong untuk saat ini. Shuwan berjalan pergi lebih dulu,meninggalkan Long Yinse di belakang, Pria yang tatapannya tadi polos dan murni, berubah menjadi acuh dan dingin, bahkan ada niat berbahaya di balik matanya,tapi segera menghilang. "Gadis yang menarik,kau tidak seharusnya menyelamatkanku, Sekarang kau akan selalu menjadi milikku...... Selamanya." Kata Long Yinse dengan seringai licik,Setelah mengatakan itu, Long Yinse memakai topengnya dan mengikuti gadis itu dengan cepat menyusul. "Istri, jangan tinggalkan aku." ujar Long Yinse dan langsung menangkap tangan Shuwan dan menggenggamnya erat. "Em... Jangan jauh dariku."Ucap Shuwan dan membalas genggaman pria itu. Walaupun dia masih memasang wajah yang datar dan acuh,Entah sadar atau tidak, Shuwan mendapati dirinya terlalu mendalami peran sebagai istri dan ibu yang baik ini. Padahal di kehidupan sebelumnya, ia selalu berurusan dengan darah dan telah membunuh banyak orang. Tangannya kotor dengan banyaknya jiwa yang telah dia bunuh. -Bersambung-
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD